Siswa Berprestasi Gagal Kuliah karena Kendala Ekonomi
SALAH seorang siswa SMA di Sulawesi Tengah terpaksa mengurungkan niat melanjutkan kuliah. Meskipun dinyatakan lulus melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), orangtuanya tak mampu membayar uang kuliah tunggal (UKT) serta biaya hidup lainnya. Hal ini mencerminkan tantangan nyata yang dihadapi banyak siswa di Indonesia.
Keterbatasan Ekonomi sebagai Kendala Utama
Banyak mahasiswa berprestasi terhambat oleh keterbatasan ekonomi, meskipun telah lolos masuk ke perguruan tinggi. Program bantuan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah belum sepenuhnya mampu menjawab persoalan keberlanjutan studi. Banyak calon mahasiswa layak tak mendapatkan bantuan karena keterbatasan kuota dan anggaran.
Kondisi Paradoks Pendidikan Tinggi
SNBP membuka akses masuk, tetapi kendala ekonomi sering kali menjadi halangan dalam menyelesaikan kuliah. Sekitar 60.000 calon mahasiswa tidak melakukan registrasi ulang karena faktor ekonomi. Penyebabnya beragam, namun keterbatasan ekonomi tetap menjadi kendala utama.
Pendidikan harus memastikan mahasiswa dapat bertahan hingga lulus. Lebih dari hanya diterima di perguruan tinggi, akses pendidikan sejatinya berarti menyelesaikan proses pembelajaran hingga akhir.
Kehilangan Potensi Sumber Daya Manusia
Jika siswa berprestasi dari keluarga berpenghasilan rendah gagal melanjutkan kuliah, negara kehilangan hasil investasi pendidikan yang telah ditanamkan. Padahal, mereka merupakan talenta yang seharusnya menjadi modal penting pembangunan nasional. Dukungan pembiayaan yang responsif dan program bantuan bagi mahasiswa rentan menjadi kunci keberhasilan untuk menjaga keadilan pendidikan.

