Karhutla Mengamuk di Lahan Gambut Pelalawan, Riau
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda hutan produksi di Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan, Riau, telah mencapai luas 702 hektare. Tim pemadam gabungan termasuk Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, RPK perusahaan, Dinas Kehutanan, dan Masyarakat Peduli Api masih terus berupaya memadamkan api yang terus membesar.
Situasi Terkini
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatra, Ferdian Krisnanto, menyatakan bahwa kondisi di lokasi kebakaran saat ini lebih terkendali daripada sebelumnya. Penyebaran api yang semakin lambat disebabkan oleh berkurangnya materi bakar potensial, serta dilakukannya pembatasan di sekitar titik api dan pengairan pada materi bakar potensial.
Regu Manggala Agni Daops Rengat bekerja sama dengan BKO Daops Siak saat ini memfokuskan upaya pada penyekatan titik api di bagian selatan lokasi kebakaran. Mereka juga membuka akses jalan di bagian selatan dengan menggunakan alat berat excavator. Pembersihan kanal di sebelah selatan dengan excavator juga dilakukan untuk memastikan pasokan air yang cukup.
Tantangan yang Dihadapi
Meskipun demikian, akses ke bagian selatan kebakaran belum sepenuhnya terbuka. Berbagai tantangan seperti kecepatan angin, cuaca panas yang ekstrem, jumlah besar materi bakar potensial, dan kedalaman gambut memperlambat proses pemadaman. Strategi pemadaman masih berjalan sesuai rencana dengan baik, namun belum mencapai penyelesaian hingga saat ini.
Di Desa Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Inhu, Riau, pemadaman berada pada tahap pendinginan untuk mencegah kembalinya api. Sementara di Desa Kertajaya, Kecamatan Kempas, Inhil, Riau, operasi pemadaman masih dalam tahap awal dan luasnya lahan yang terbakar sedang dalam proses pendataan.
Tantangan lainnya di lapangan meliputi kondisi angin kencang, serta jarak kepala api yang cukup jauh dari sumber air. Jika pemadaman belum tuntas, rencananya operasi akan dilanjutkan pada pagi hari berikutnya.
Sumber: Media Indonesia

