Sunday, October 11, 2026
HomeBeritaBlok Ranu Kembang Terbakar: Pendakian Gunung Semeru Ditutup

Blok Ranu Kembang Terbakar: Pendakian Gunung Semeru Ditutup

Pembukaan: Penutupan Jalur Pendakian Gunung Semeru Akibat Kebakaran Hutan

BALAI Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengambil langkah tegas dengan menutup total jalur pendakian Gunung Semeru di Jawa Timur. Dalih dari keputusan tersebut adalah karena terjadinya kebakaran hutan di kawasan Blok Ranu Kembang pada tanggal 26 Agustus 2026.

Petugas BB TNBTS Berusaha Padamkan Kebakaran di Ranu Kembang

Upaya pemadaman kebakaran dilakukan oleh petugas BB TNBTS di Blok Ranu Kembang yang terletak di sekitar jalur pendakian Gunung Semeru. Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menyatakan bahwa lokasi kejadian berada di area hutan yang langsung berdekatan dengan jalur utama pendakian tersebut.

“Kebakaran hutan di Blok Ranu Kembang menyebabkan penutupan total jalur pendakian Gunung Semeru untuk sementara waktu,” kata Rudi dalam keterangan resmi dari Kota Malang.

Penutupan jalur pendakian diputuskan melalui Surat Pengumuman resmi yang diterbitkan oleh BB TNBTS. Keputusan ini diambil untuk mendukung proses pemadaman api dan evakuasi pendaki yang masih berada di kawasan Gunung Semeru.

Upaya Pemulihan dan Antisipasi Dampak Terhadap Pendaki

Untuk mengantisipasi kerugian pendaki yang sudah memesan tiket, BB TNBTS memberikan opsi pengembalian biaya atau penjadwalan ulang pendakian setelah jalur dibuka kembali. Sementara itu, kawasan Ranu Regulo tetap aman dan tidak terdampak oleh kebakaran di Blok Ranu Kembang.

Meskipun jalur pendakian ditutup, akses dari Malang ke Lumajang melalui wilayah Kecamatan Poncokusumo dan Senduro tetap dapat dilalui normal. BB TNBTS juga mengingatkan seluruh pengunjung dan pelaku wisata untuk menjaga kawasan agar terhindar dari kebakaran selama musim kemarau.

Dengan kerjasama dari semua pihak, diharapkan situasi di sekitar Gunung Semeru segera pulih dan jalur pendakian dapat segera dibuka kembali untuk pengunjung. Semua pihak diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat meningkatkan risiko kebakaran di area konservasi tersebut.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler