Sunday, October 11, 2026
HomeGaya Hidup6 Bahaya Abu Vulkanik yang Harus Diwaspadai

6 Bahaya Abu Vulkanik yang Harus Diwaspadai

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Sebaran Abu Vulkanik Mulai Terasa di Beberapa Wilayah

Jakarta – Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi dan dampaknya mulai dirasakan di sejumlah wilayah. Pada Minggu (6/9), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau telah melingkupi wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu.

Berdasarkan analisis citra satelit BMKG, abu vulkanik bergerak pada beberapa ketinggian dengan arah yang berbeda. Sebaran pada ketinggian hingga 20.000 kaki bergerak menuju timur laut hingga selatan, mencakup sebagian wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat dan perairan di sekitarnya. Sementara itu, abu pada ketinggian lebih tinggi terpantau bergerak ke arah barat daya hingga barat laut.

Abu vulkanik juga dilaporkan mencapai wilayah Bogor hingga Sukabumi. Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu lebih waspada, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Bahaya Abu Vulkanik dan Tata Cara Penanganannya

Mengganggu Saluran Pernapasan

Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Partikel yang sangat kecil dapat terhirup dan masuk ke saluran pernapasan. Paparan abu dapat menimbulkan berbagai keluhan seperti batuk, hidung dan tenggorokan terasa tidak nyaman hingga kesulitan bernapas. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut abu vulkanik dapat menyebabkan gangguan pernapasan akut maupun kronis, tergantung tingkat dan lamanya paparan.

Membuat Mata Perih dan Iritasi

Mata juga menjadi salah satu bagian tubuh yang mudah terdampak ketika abu vulkanik beterbangan. Partikel abu dapat membuat mata terasa perih, gatal, merah atau berair. WHO juga mencatat aktivitas vulkanik dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit. Karena itu, ketika udara dipenuhi abu, sebaiknya hindari mengucek mata dan gunakan pelindung mata jika memang harus berada di luar ruangan.

Mengiritasi Kulit

Kontak langsung dengan abu vulkanik juga dapat membuat kulit mengalami iritasi. Abu yang menempel di kulit, terutama dalam jumlah banyak, sebaiknya segera dibersihkan dengan cara yang aman. Mengurangi kontak langsung dengan abu menjadi langkah sederhana untuk mencegah iritasi. CDC juga menyarankan penggunaan pakaian yang menutupi kulit ketika harus berada di area terdampak abu.

[…]

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler