Aktor George Clooney Khawatirkan Perkembangan Al di Industri Kreatif
Penerima penghargaan Golden Lion untuk Lifetime Achievement, George Clooney, menyuarakan keprihatinannya terkait perkembangan kecerdasan buatan (Al) yang semakin membuat batas antara fakta dan fiksi sulit dibedakan. Dalam acara Festival Film Venesia, Clooney mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi penyalahgunaan wajah atau suaranya dalam konten deepfake atau AI.
Kecemasan George Clooney
Menurut George Clooney, persoalan muncul bukan hanya saat masyarakat dipertaruhkan oleh konten palsu yang dianggap nyata, tetapi juga ketika orang mulai meragukan keaslian bukti yang autentik. “Yang lebih berbahaya adalah ketika orang mulai meragukan semua informasi. Jika terus-menerus ada anggapan bahwa sesuatu mungkin benar atau mungkin palsu, pada akhirnya orang juga bisa menganggap sesuatu yang benar-benar nyata, orang bisa saja bilang ‘Ah, itu palsu’,” ungkap Clooney.
Tantangan Al dan Kondisi Dunia Jurnalisme
Clooney juga menyoroti perkembangan Al dalam konteks kondisi dunia jurnalisme. Ia menekankan perihal konsentrasi kepemilikan media di tangan segelintir orang kaya seperti Jeff Bezos dan Elon Musk, yang menurutnya merupakan hal yang mengkhawatirkan. Meski sadar bahwa jurnalisme selalu menghadapi perubahan dan tantangan, Clooney masih meyakini bahwa informasi akan tetap menemukan jalan keluarnya kepada masyarakat.
George Clooney yang menerima penghargaan Golden Lion untuk Lifetime Achievement di Festival Film Venesia pada tahun 2026, menjadi puncak dari kiprahnya selama hampir tiga dekade di acara tersebut. Dalam festival internasional yang berlangsung di Lido, Venezia, Italia, George Clooney pertama kali tampil pada tahun 1998 lewat film Out of Sight dan kembali dengan karya-karyanya yang beragam.

