Ribuan Pendukung Flavio Bolsonaro Membanjiri Sao Paulo di Hari Kemerdekaan Brasil
Pada Hari Kemerdekaan Brasil, ribuan pendukung calon presiden sayap kanan, Flavio Bolsonaro, memadati Sao Paulo. Aksi tersebut menjadi bagian dari persaingan politik yang semakin sengit menuju pemilihan presiden mendatang. Putra mantan presiden Jair Bolsonaro itu mengecam dugaan korupsi di lingkungan lembaga peradilan saat perayaan berlangsung.
Flavio Bolsonaro dijadwalkan akan bertarung melawan Presiden petahana berhaluan kiri, Luiz Inacio Lula da Silva, dalam pemilihan presiden mendatang.
Aksi Massa di Avenida Paulista
Massa pendukung Flavio Bolsonaro yang mengenakan kaus hijau-kuning memenuhi kawasan ikonik Avenida Paulista di Sao Paulo. Mereka menuntut pengunduran diri hakim Mahkamah Agung, Alexandre de Moraes, terkait skandal di lembaga peradilan negara tersebut. Moraes juga terlibat dalam persidangan kasus tuduhan perencanaan kudeta oleh Jair Bolsonaro.
Dalam tindak lanjut skandal ini, terungkap bahwa seorang bankir bermasalah, Daniel Vorcaro, berkomunikasi dengan Moraes sebelum ditangkap dalam kasus penipuan. Hal ini semakin memanaskan situasi politik di Brasil menjelang pemilihan presiden.
Mendukung Kredibilitas Peradilan
Flavio Bolsonaro menegaskan komitmennya untuk memulihkan kredibilitas peradilan Brasil dan menilai pencalonannya sebagai bentuk protes. Namun, ia juga secara tegas menyalahkan Lula atas kondisi moral yang memprihatinkan di Brasil saat ini.
Survei terbaru menunjukkan bahwa persaingan antara Lula dan Flavio cukup ketat. Keduanya memiliki potensi suara yang sama kuat saat dibandingkan untuk putaran kedua pemilihan presiden.
Sementara itu, Presiden Lula sendiri lebih memilih untuk menghadiri parade militer di Brasilia untuk memperingati Hari Kemerdekaan. Ia memaparkan pidato yang menekankan kedaulatan Brasil tanpa menyebutkan secara langsung kebijakan Amerika Serikat terkait tarif pada produk Brasil.

