Festival Internasional Anak dan Remaja Cultura 2027 Resmi Diluncurkan di Jakarta
Festival internasional anak dan remaja Cultura 2027 resmi diluncurkan di Museum Nasional, Jalan Medan Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis, 23 Juli 2026. Anak-anak dan remaja dari 15 negara berbeda turut memeriahkan acara tersebut, menciptakan suasana yang penuh warna dan keceriaan.
Perwakilan dari negara-negara seperti Austria, Belgia, Kroasia, Republik Ceko, Perancis, Jerman, Italia, Lithuania, Meksiko, Belanda, Norwegia, Polandia, Romania, Slovakia, dan Inggris hadir dalam festival ini, menyatukan beragam budaya dan tradisi dalam satu wadah yang kreatif.
Visi Menguatkan Kolaborasi dan Kreativitas Anak
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyampaikan komitmennya dalam memberikan akses yang lebih luas kepada anak-anak melalui Cultura 2027. Program ini tidak hanya sebagai acara pendukung, tetapi juga menjadi platform bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, karakter, serta memperkuat kolaborasi lintas negara.
Rano menjelaskan bahwa Jakarta berupaya keras untuk menjadi kota yang ramah dan aman bagi anak-anak. Dengan adanya Cultura 2027, diharapkan hubungan antarnegara semakin erat dan pertukaran budaya dapat terus meningkat.
Memperkenalkan Konsep Uniting Learning, Traditions, and Universal Arts
Kegiatan Children and Youth International Cultural Festival ini mengusung tema ‘Uniting Learning, Traditions, and Universal Arts’. Melalui program ini, anak-anak dan remaja tidak hanya diajak untuk menonton, tetapi juga aktif terlibat sebagai subjek utama.
Peluncuran Cultura 2027 menjadi langkah awal dari serangkaian kegiatan yang akan memungkinkan peserta dari berbagai negara untuk saling bertemu, berkenalan, dan berbagi pengalaman. Selain itu, festival ini juga menjadi platform untuk menampilkan bakat dan kreativitas anak-anak dalam berbagai bidang.
Membawa Pesan Kepemimpinan, Kebudayaan, dan Perdamaian
President of Steering Committee Cultura 2027, Marcella Zalianty, menekankan pentingnya memperkenalkan konsep kepemimpinan, kebudayaan, dan perdamaian kepada anak-anak dan remaja. Melalui festival ini, diharapkan para peserta bisa tumbuh sebagai individu yang berani, peduli, dan inklusif.
Marcella berharap bahwa Cultura 2027 tidak hanya menjadi ajang pertunjukan budaya, tetapi juga menjadi panggung di mana suara dan harapan anak-anak untuk dunia yang lebih baik dapat terdengar dengan jelas.
Dengan demikian, Cultura 2027 tidak hanya sekadar acara festival, namun juga gerakan untuk merangkul keberagaman, memupuk rasa empati, dan merayakan keunikkan setiap individu dalam upaya membangun dunia yang harmonis.
Sumber: Tempo

