Sunday, October 11, 2026
HomePolitikProfil 3 Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya yang Tewas Ditembak

Profil 3 Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya yang Tewas Ditembak






Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas dalam Serangan Bersenjata

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas dalam Serangan Bersenjata

Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas setelah rombongan mereka diserang oleh kelompok bersenjata saat menjalankan tugas pada Rabu, 9 September 2026. Kejadian tragis ini terjadi ketika rombongan sedang dalam perjalanan untuk menyalurkan bantuan ternak kepada masyarakat di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya. Mari kita kenali ketiganya:

1. Aprida Rapi

Aprida Rapi adalah Kepala Bidang Peternakan di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Berusia 49 tahun, Aprida berasal dari Makale, Kabupaten Tana Toraja, dan tinggal di Wamena. Dia turut dalam rombongan untuk menyalurkan bantuan ternak kepada masyarakat, namun menjadi salah satu korban tewas dalam penembakan tersebut.

2. Alfonsius Albinus Mehan

Alfonsius Albinus Mehan, seorang dokter hewan berusia 35 tahun, juga menjadi korban dalam serangan tersebut. Berasal dari Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Alfonsius ikut serta dalam kegiatan penyaluran bantuan pangan dan bibit ternak ke masyarakat. Namun, nasib berkata lain saat ia terkena tembakan fatal di Distrik Muliama.

3. Wili Mbuik

Wili Mbuik, seorang CPNS baru yang bertugas di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, turut menjadi korban tragis dalam penembakan tersebut. Berasal dari Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Wili ikut dalam rombongan pegawai Dinas Pertanian yang sedang melaksanakan tugas kemanusiaan sebelum akhirnya meninggal akibat luka tembak.

Penembakan terhadap ketiga pegawai ini terjadi ketika mereka sedang berupaya membantu masyarakat dengan mengantarkan bantuan berupa bibit dan ternak. Polisi melakukan penyelidikan intensif untuk mengidentifikasi pelaku dan motif di balik serangan mematikan ini, serta mendorong keamanan bagi petugas yang bekerja di daerah rawan menjadi prioritas utama.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, serta aparat kepolisian terus bekerja keras untuk mengusut kasus ini. Keberadaan kelompok bersenjata yang bertanggung jawab atas penyerangan masih dalam penyelidikan mendalam. Ditemukan tiga selongsong peluru di lokasi kejadian, menjadi bahan bukti vital untuk mengungkap kronologi lengkap dan pelaku di balik tragedi tersebut.


Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler