dtcpay memperkuat layanan pembayaran berbasis stablecoin dengan mengembangkan infrastruktur yang menghubungkan aset digital dan sistem keuangan tradisional. Perusahaan yang berdiri sejak 2019 itu menyatakan infrastrukturnya memungkinkan bisnis maupun individu menerima, menyimpan, serta melakukan transaksi menggunakan stablecoin.
Pengembangan tersebut diarahkan untuk menjawab kendala yang masih muncul dalam transaksi lintas batas melalui jalur perbankan konvensional. Menurut dtcpay, pengiriman dana melalui jaringan SWIFT dan bank koresponden kerap membutuhkan waktu penyelesaian hingga berhari-hari. Proses itu juga dapat melibatkan sejumlah perantara dengan biaya yang berlapis.
Mempercepat transaksi lintas batas
“Sementara transfer lintas batas tradisional melalui jaringan SWIFT dan perbankan koresponden sering kali terhambat oleh siklus penyelesaian yang memakan waktu berhari-hari serta biaya perantara yang berlapis, dtcpay menyelesaikan transaksi dengan lancar dan efisien, dengan biaya yang jauh lebih rendah,” ungkap perusahaan tersebut.
Stablecoin menjadi bagian penting dari layanan yang dikembangkan dtcpay. Aset digital ini digunakan dalam ekosistem pembayaran perusahaan untuk mendukung proses penerimaan, penyimpanan, dan pemindahan dana. Dengan pendekatan tersebut, dtcpay menempatkan layanannya sebagai penghubung bagi pengguna yang membutuhkan akses ke aset digital sekaligus fasilitas pembayaran yang terhubung dengan keuangan tradisional.
Perusahaan juga telah memperluas penggunaan stablecoin ke transaksi di tingkat pedagang. dtcpay meluncurkan layanan point-of-sale (POS) untuk token pembayaran digital, sehingga pedagang dapat menerima pembayaran stablecoin secara langsung di toko.
Perluasan layanan dan pasar
Selain layanan POS, dtcpay menjalin kemitraan dengan Visa untuk menghadirkan kartu Visa Infinite berbasis stablecoin-ke-fiat bagi pelanggan di Singapura. Kartu tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menghubungkan penggunaan stablecoin dengan instrumen pembayaran yang lebih dikenal dalam transaksi sehari-hari.
Langkah itu menunjukkan fokus dtcpay pada pengembangan infrastruktur dan perluasan akses, bukan hanya pada transaksi aset digital di dalam ekosistem kripto. Layanan yang ditawarkan mencakup kebutuhan pedagang untuk menerima pembayaran serta kebutuhan pengguna untuk menyimpan dan membelanjakan aset digital melalui fasilitas yang tersedia.
Chairman dtcpay Band Zhao mengatakan perusahaan kini memasuki tahap pengembangan berikutnya. “Babak selanjutnya bagi dtcpay adalah mengenai peningkatan skala,” ujar Zhao.
Menurut dia, dtcpay sedang memperkuat infrastrukturnya, memperdalam kemitraan dengan lembaga keuangan global, dan berekspansi ke pasar baru yang teregulasi. Langkah tersebut ditujukan untuk membuat pembayaran stablecoin berjalan lebih lancar dan dapat diandalkan seperti sistem pembayaran tradisional.

