Sunday, October 11, 2026
HomeGaya Hidup**5 Bahaya Etomidate dalam Vape bagi Tubuh yang Perlu Diwaspadai**

**5 Bahaya Etomidate dalam Vape bagi Tubuh yang Perlu Diwaspadai**

Peredaran rokok elektronik yang mengandung etomidate menjadi perhatian setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat penyitaan 8.276,15 mililiter etomidate dan 3.485 cartridge vape dari 26 kasus di sejumlah wilayah Indonesia sepanjang 2026. Zat yang dikenal sebagai obat anestesi itu diduga disalahgunakan melalui cairan vape.

Kasus tersebut kembali mencuat pada September 2026 ketika Polresta Bandara Soekarno-Hatta membongkar jaringan peredaran vape berisi etomidate. Pengungkapan itu melibatkan seorang warga negara China berinisial XC serta dua warga Indonesia berinisial RR dan RN.

Etomidate bukan untuk rokok elektronik

Dalam dunia medis, etomidate digunakan untuk membantu induksi anestesi umum. Obat ini diberikan melalui suntikan intravena oleh tenaga medis terlatih karena dapat memengaruhi kesadaran dan sejumlah fungsi tubuh.

Penggunaannya di fasilitas medis dilakukan dengan dosis serta tata cara yang terukur. Etomidate tidak diperuntukkan bagi penggunaan melalui rokok elektronik atau vape. Pada produk ilegal, jumlah dan konsentrasi zat yang masuk ke tubuh melalui setiap hisapan juga sulit dipastikan.

Kondisi tersebut berbeda dari prosedur medis yang berlangsung dengan pemantauan tenaga kesehatan. Ketika digunakan melalui vape tanpa pengawasan, risiko terhadap tubuh dapat muncul tanpa dapat diperkirakan secara pasti.

Risiko terhadap pernapasan dan kesadaran

Etomidate dapat memengaruhi sistem pernapasan. Dalam penggunaan medis, obat ini berisiko menyebabkan hipoventilasi atau penurunan ventilasi, apnea atau berhentinya napas sementara, serta laringospasme yang dapat mengganggu jalan napas.

Zat tersebut juga bekerja pada sistem saraf pusat dan memiliki efek anestesi. Efek itu dimanfaatkan dalam proses induksi anestesi umum, tetapi penggunaan di luar pengawasan medis dapat memicu gangguan kesadaran yang tidak diinginkan. Pengguna vape ilegal pun tidak mengetahui secara pasti jumlah etomidate yang telah masuk ke dalam tubuh.

Risiko lain berkaitan dengan kelenjar adrenal. Etomidate diketahui dapat menghambat produksi kortisol melalui pengaruhnya terhadap enzim pada kelenjar tersebut. Paparan berulang berpotensi menekan fungsi adrenal dan mengganggu produksi hormon yang dibutuhkan tubuh.

Potensi gangguan elektrolit dan kardiovaskular

Penggunaan vape yang mengandung etomidate juga dikaitkan dengan gangguan kadar elektrolit. Salah satu laporan medis menemukan hipokalemia, yakni kondisi ketika kadar kalium dalam tubuh sangat rendah, pada pengguna vape berisi zat tersebut. Kekurangan kalium dapat memengaruhi fungsi otot dan berbagai sistem tubuh sehingga memerlukan penanganan medis.

Pada paparan berlebihan, etomidate dapat menimbulkan dampak yang lebih berat, termasuk hipotensi serta gangguan pada sistem pernapasan dan kardiovaskular. Risiko itu semakin sulit diperkirakan karena konsentrasi dan kandungan produk vape ilegal tidak berada dalam pengawasan penggunaan obat secara medis.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengingatkan masyarakat pada Juni 2026 mengenai perkembangan narkoba jenis baru, termasuk penyalahgunaan vape sebagai media zat berbahaya. Pada September 2026, BPOM menyatakan siap membantu kepolisian melalui pengujian kandungan etomidate dan pemberian keterangan ahli bila diperlukan.

Masyarakat diminta mewaspadai cairan atau cartridge vape yang tidak jelas asal-usul dan kandungannya. Etomidate bukan zat yang ditujukan untuk penggunaan melalui vape, sementara pemakaian tanpa pengawasan medis dapat memengaruhi kesadaran, pernapasan, fungsi adrenal, serta kondisi tubuh secara keseluruhan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler