Sunday, October 11, 2026
HomeTeknologiRusia Peringatkan Stablecoin Asing, Aset Bisa Dibekukan

Rusia Peringatkan Stablecoin Asing, Aset Bisa Dibekukan

Investor di Rusia menghadapi potensi kerugian apabila penerbit stablecoin asing membekukan aset yang berada di luar kendali lembaga penyimpanan Rusia. Risiko tersebut disampaikan di tengah perkiraan bahwa penduduk Rusia memiliki aset kripto dan produk terkait senilai 3,7 triliun rubel atau sekitar US$44 miliar.

Jika dikonversi menggunakan asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran Rp17.860, nilai kepemilikan itu setara sekitar Rp785,66 triliun. Angka tersebut mencakup kepemilikan kripto secara langsung maupun sejumlah produk keuangan yang berkaitan dengan aset digital.

Risiko pembekuan oleh penerbit asing

Wakil Menteri Keuangan Rusia Ivan Chebeskov mengatakan, stablecoin yang diterbitkan perusahaan atau pihak asing dapat menimbulkan risiko yang tidak sepenuhnya bisa dikendalikan oleh infrastruktur Rusia. Salah satu risikonya adalah keputusan penerbit untuk memblokir aset tertentu.

“Risiko pemblokiran aset oleh penerbit asing memang ada,” kata Chebeskov, seperti dikutip Crypto.news dari laporan Kantor Berita TASS, Rabu (23/9/2026).

Ia menyebut USDT dan USDC sebagai contoh stablecoin yang perlu diperhatikan dalam konteks risiko tersebut. Apabila penerbit melakukan pembekuan, investor dapat terdampak karena aset mereka tidak sepenuhnya berada dalam kendali lembaga penyimpanan di Rusia.

Dalam kerangka kerja yang dijelaskan Chebeskov, lembaga penyimpanan digital Rusia tetap memiliki tanggung jawab atas kegagalan dalam menjalankan tugas akuntansi, penyimpanan atau custody, serta transfer aset yang berada dalam pengelolaannya. Tanggung jawab itu juga mencakup pemindahtanganan aset nasabah tanpa izin.

Perkiraan jumlah pengguna dan nilai transaksi

Chebeskov memperkirakan jumlah pengguna kripto di Rusia mencapai sekitar 20 juta orang. Sementara itu, volume transaksi harian diperkirakan berada di kisaran 50 miliar rubel.

Namun, angka kepemilikan, jumlah pengguna, dan aktivitas transaksi tersebut bukan hasil penghitungan menyeluruh pemerintah terhadap setiap dompet atau transaksi. Kementerian Keuangan Rusia menggunakan perkiraan dari para pengamat sebagai dasar untuk melihat skala aktivitas aset digital di negara tersebut.

Data yang lebih akurat diharapkan tersedia setelah kerangka regulasi baru diterapkan. Pemerintah berharap aktivitas kripto akan semakin banyak berlangsung melalui bursa, pialang, dan lembaga penyimpanan digital yang memiliki izin. Perpindahan aktivitas ke saluran resmi itu dinilai dapat membantu menghasilkan pencatatan yang lebih lengkap mengenai kepemilikan dan transaksi aset digital.

Besarnya nilai aset yang diperkirakan dimiliki penduduk Rusia membuat risiko pembekuan oleh penerbit asing menjadi perhatian dalam penyusunan aturan. Pada saat yang sama, pemerintah masih menghadapi keterbatasan data karena sebagian aktivitas kripto belum tercatat melalui lembaga-lembaga berizin.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler