Sunday, October 11, 2026
HomeGaya HidupBenarkah Air Hujan Bikin Pusing? Ini Fakta Medisnya

Benarkah Air Hujan Bikin Pusing? Ini Fakta Medisnya

Keluhan kepala berdenyut atau terasa berat setelah kehujanan kerap membuat orang menyimpulkan bahwa air hujan menjadi penyebabnya. Padahal, air hujan tidak secara langsung menimbulkan sakit kepala atau pusing. Keluhan tersebut lebih mungkin berkaitan dengan perubahan kondisi lingkungan dan keadaan tubuh yang berlangsung sebelum atau saat hujan turun.

Perubahan cuaca dapat memicu sakit kepala, terutama pada orang yang sensitif terhadap kondisi tersebut atau memiliki riwayat migrain. Salah satu faktor yang berperan adalah tekanan udara atau tekanan barometrik. Menjelang hujan maupun badai, tekanan udara dapat berubah dan pada sebagian penderita migrain, perubahan itu berpotensi memicu serangan.

Tekanan udara, suhu, dan kelembapan

American Migraine Foundation menjelaskan bahwa perubahan tekanan barometrik termasuk faktor lingkungan yang dapat memicu migrain. Perubahan tersebut dapat memengaruhi kondisi di sekitar tubuh dan memunculkan gejala pada orang yang sensitif terhadap perubahan cuaca.

Mayo Clinic juga mencatat sejumlah kondisi cuaca yang dapat berhubungan dengan migrain, antara lain perubahan tekanan barometrik, suhu yang terlalu panas atau dingin, kelembapan tinggi, udara kering, angin, dan badai. Artinya, hujan bukan satu-satunya unsur yang mungkin berkaitan dengan munculnya sakit kepala.

Saat hujan turun, suhu udara biasanya menjadi lebih rendah dan kelembapan meningkat. Respons tubuh terhadap perubahan itu berbeda-beda. Sebagian orang mungkin tidak merasakan dampak apa pun, sedangkan mereka yang memiliki migrain dapat lebih peka terhadap perubahan suhu dan kelembapan.

Rasa tidak nyaman setelah kehujanan juga bisa dipengaruhi keadaan tubuh. Pakaian yang basah, tubuh yang terasa dingin, serta perubahan suhu tubuh yang berlangsung cepat dapat membuat seseorang merasa kurang nyaman. Jika kondisi itu disertai kurang minum, belum makan, kelelahan, atau kurang tidur, sakit kepala bisa lebih mudah muncul.

NHS menyebut dehidrasi, stres, flu, dan kebiasaan tidak makan secara teratur sebagai beberapa penyebab umum sakit kepala. Karena itu, hujan mungkin hanya menjadi bagian dari rangkaian kondisi yang kebetulan terjadi ketika keluhan muncul, bukan penyebab tunggalnya.

Langkah yang dapat dilakukan

Ketika kepala mulai terasa tidak nyaman saat cuaca berubah, seseorang dapat memastikan asupan cairan tercukupi, makan secara teratur, dan memperoleh waktu tidur yang cukup. Bagi orang yang sering mengalami migrain, pencatatan waktu munculnya sakit kepala juga dapat membantu.

Catatan itu dapat memuat kondisi cuaca, waktu keluhan muncul, makanan atau minuman yang dikonsumsi, durasi tidur, serta aktivitas yang dilakukan. Menurut Mayo Clinic, pencatatan sakit kepala dapat membantu mengidentifikasi pola atau pemicu migrain yang sebelumnya tidak disadari.

Sakit kepala yang muncul tiba-tiba dan sangat berat perlu mendapat perhatian medis, terlebih jika disertai kelemahan atau mati rasa, gangguan penglihatan, kesulitan berbicara, kebingungan, kejang, demam tinggi, atau leher kaku. Gejala-gejala tersebut membutuhkan pertolongan medis segera.

Dengan demikian, pusing setelah kehujanan tidak otomatis berarti air hujan menjadi penyebabnya. Perubahan tekanan udara, suhu, kelembapan, serta kondisi tubuh di sekitar waktu hujan lebih mungkin berperan, khususnya pada orang yang sensitif terhadap perubahan cuaca.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler