Pasukan Kamboja dan Thailand terlibat dalam bentrokan baru di Provinsi Preah Vihear pada 24 Juli 2025, yang menyebabkan peluncur roket ganda BM-21 Kamboja kembali dari perbatasan. Dalam menghadapi situasi konflik, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh telah mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Kamboja untuk membatasi perjalanan ke wilayah yang terkena dampak. Melalui akun Instagram resminya, KBRI menegaskan pentingnya tenang, tidak panik, dan meningkatkan kewaspadaan.
Konflik terbaru terjadi di perbatasan Provinsi Oddar Meanchey dan Preah Vihear, yang langsung berbatasan dengan Thailand, meningkatkan ketegangan antara kedua negara. Bentrokan tersebut dipicu oleh baku tembak di wilayah sengketa, yang sebelumnya juga terjadi pada 28 Mei di zona netral yang belum sepenuhnya ditetapkan sebagai perbatasan resmi. Insiden ini menyebabkan korban jiwa dan luka-luka, termasuk di kalangan warga sipil.
Pemerintah Thailand telah mengambil langkah-langkah penjagaan yang ketat di perlintasan perbatasan dan menempatkan aparat militer di titik-titik strategis sebagai respons terhadap situasi ini. KBRI Phnom Penh mengimbau WNI untuk mendapatkan informasi hanya dari sumber resmi dan media terpercaya, serta mengikuti perkembangan melalui kanal informasi resmi KBRI.
WNI juga diminta untuk melaporkan keberadaan mereka melalui portal Peduli WNI di situs resmi Kementerian Luar Negeri. Dalam situasi darurat, WNI dapat menghubungi hotline KBRI Phnom Penh untuk kebutuhan konsuler. KBRI Phnom Penh akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan pembaruan secara berkala kepada publik.

