Gunung Rinjani, destinasi wisata populer di Lombok, Nusa Tenggara Barat, menarik ratusan ribu pengunjung setiap tahunnya. Menurut Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, jumlah pengunjung pada 2024 mencapai 189.091, di mana 93.796 di antaranya melakukan pendakian. Dari total pengunjung, jumlah wisatawan asing lebih tinggi dibandingkan dengan wisatawan domestik.
Pendakian Gunung Rinjani bisa dilakukan melalui enam jalur resmi, yaitu Senaru, Tete Batu, Timbanuh, Sembalun, Torean, dan Air Berik. Namun, jalur pendakian yang paling populer adalah Sembalun, Senaru, dan Torean, menurut Mertawi, Ketua Lembaga Adat Sembalun Lawang.
Jalur Senaru adalah jalur paling ramai karena digunakan untuk trekking wisata dan ritual adat. Pendaki akan melewati rute Senaru – Pelawangan Senaru – Danau Segara Anak dengan waktu tempuh sekitar 10 – 12 jam. Mulai dari Danau Segara Anak, perjalanan menuju Pelawangan Sembalun memakan waktu 4 jam, dilanjutkan dengan pendakian ke Puncak Rinjani selama 4 – 5 jam.
Jalur Sembalun, yang sering dilalui oleh penggemar trekking, memiliki rute dari gerbang Sembalun Lawang menuju Pelawangan Sembalun dan Puncak Rinjani dengan waktu tempuh 9 – 10 jam. Perbedaan dengan jalur Sembalun terletak pada pemandangan savana dan punggung gunung yang berliku-liku.
Sementara itu, jalur Torean masuk ke Taman Nasional Gunung Rinjani melalui Kali Tiu dengan medan yang bergaram dan kemiringan 10 hingga 45 derajat. Di sepanjang perjalanan, pendaki akan melewati dua gunung dan menikmati aliran Sungai Kokok Putih.
Dengan ketiga jalur pendakian yang menawarkan pengalaman seru dan pemandangan alam yang menakjubkan, Gunung Rinjani tetap menjadi destinasi populer bagi para pendaki dan pengunjung wisatawan.

