Industri pariwisata Thailand di tujuh provinsi sepanjang perbatasan dengan Kamboja mengalami kerusakan akibat konflik yang sedang terjadi. Menurut Otoritas Pariwisata Thailand (TAT), tingkat pembatalan di sebagian besar wilayah mencapai 100 persen. Asosiasi Hotel Thailand (THA) melaporkan pembatalan 4.085 malam kamar dan pemesanan baru untuk musim ramai mendatang masih rendah.
Presiden THA, Thienprasit Chaiyapatranun, mengungkapkan bahwa pembatalan terjadi segera setelah bentrokan meningkat pada 24 Juli. Walau gencatan senjata telah disepakati, pemulihan hotel tidak merata. Pasar Asia, yang sensitif terhadap keamanan, menjadi perhatian utama. Meski begitu, Thienprasit optimis konflik ini tidak akan terlalu berdampak pada kunjungan di musim ramai mendatang.
Ketujuh provinsi yang paling terdampak konflik melaporkan pembatalan kamar dengan tingkat yang bervariasi. Adapun beberapa hotel menerima pemesanan baru dari donatur yang berkunjung ke kamp evakuasi dan awak media, yang membantu menjaga tingkat hunian 50-70 persen. Objek wisata terkenal di beberapa provinsi juga dilaporkan tutup sementara.
Di Provinsi Trat, pembatalan kamar terjadi di tiga pulau, yaitu Koh Chang, Koh Mak, dan Koh Kut. Tingkat pembatalan bervariasi antara pulau, dengan Koh Chang dan Koh Mak sekitar 30 persen, sementara Koh Kut mencapai 50-60 persen. Meskipun demikian, meskipun situasi masih belum sepenuhnya pulih, diharapkan konflik ini tidak akan mengganggu signifikan kunjungan di masa depan.

