Kontroversi Mengenai Tempat Makan dan Minum di Gua Belanda Tahura Ir. H. Djuanda Bandung
Keberadaan tempat makan dan minum di dalam Gua Belanda Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda Bandung, Jawa Barat, baru-baru ini menjadi sorotan setelah video pengunjung yang mengunggah konten ke situs media sosial. Video tersebut memperlihatkan meja kursi yang diterangi lampu saat memasuki situs cagar budaya tersebut.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Tahura Ir Djuanda Bandung, Lutfi Erizka, menjelaskan bahwa tempat kuliner tersebut terletak di pintu masuk ke Gua Belanda dan merupakan bagian dari acara Pasar Pasisian Leuweung yang dihelat oleh pengelola Tahura pada tanggal 2 Agustus 2025. Menurutnya, meskipun meja dan kursi itu sifatnya temporer dan langsung dibereskan setelah acara.
Pasar Pasisian Leuweung yang diikuti oleh puluhan peserta menampilkan berbagai produk hasil hutan non-kayu seperti buah-buahan, sate jamur, kopi, dan barang kerajinan kayu. Acara tersebut juga meriah dengan pagelaran pencak silat dan dihadiri oleh banyak monyet yang tertarik dengan makanan. Panitia pun telah menyiapkan tempat makan di dalam gua untuk mengantisipasi tingkah laku agresif monyet.
Pasar Pasisian Leuweung yang diadakan secara berkala sejak tahun lalu dipilih untuk ditempatkan di depan Gua Belanda karena menjadi titik temu para pengunjung. Meskipun terdapat monyet yang berkeliaran di sekitar gua, pengunjung diminta untuk tidak memberi makan hewan tersebut sambil berjalan.
Dengan jarak 1,2 kilometer dari pintu masuk ke Gua Belanda, Pasar Pasisian Leuweung diharapkan tetap menjadi daya tarik bagi pengunjung yang singgah rehat, berfoto, dan berbelanja. Tetap menjaga kelestarian situs cagar budaya Gua Belanda tetap menjadi prioritas utama bagi pihak pengelola.

