Korea Utara kembali mengkritik latihan militer gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan yang saat ini sedang berlangsung. Menurut Pyongyang, latihan tahunan ini bukan hanya untuk tujuan pertahanan, tetapi merupakan indikasi nyata dari “niat untuk menginvasi” Korea Utara. Kim Yong-bok, wakil kepala staf pertama militer Korea Utara, membuat pernyataan tersebut melalui Kantor Berita Pusat Korea (KCNA). Latihan militer besar bernama Ulchi Freedom Shield (UFS) ini sudah memasuki hari kesembilan dan akan berakhir dalam waktu dekat. Kim menyoroti penggunaan pesawat jet tempur F-35 milik Angkatan Udara AS dalam latihan tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak ada latihan perang besar yang bisa disebut sebagai tindakan pertahanan, terutama jika melibatkan negara dengan senjata nuklir terbesar di dunia dan sekutunya. Kim juga menekankan bahwa latihan tahun ini terlihat lebih provokatif karena melibatkan rencana operasi baru yang bertujuan untuk memperluas serangan hingga ke wilayah Korea Utara, termasuk kemungkinan serangan pendahuluan terhadap fasilitas nuklir. Ia juga mengingatkan bahwa Korea Utara akan siap menghadapi segala situasi dan memperingatkan bahwa konsekuensinya akan mahal jika latihan perang terus dipaksakan. Sejumlah jet tempur F-35 AS telah tiba di Korea Selatan untuk ikut serta dalam latihan udara gabungan sebagai bagian dari UFS, menurut pejabat militer Seoul.

