Saturday, April 11, 2026
HomeGaya HidupGerhana Matahari Parsial 21 September: Saksikan Fenomena Langka di Indonesia

Gerhana Matahari Parsial 21 September: Saksikan Fenomena Langka di Indonesia

Pada 21 September 2025 mendatang, fenomena astronomi berupa Gerhana Matahari sebagian akan terjadi, namun sayangnya tidak bisa disaksikan dari wilayah Indonesia. Hal ini berdasarkan keterangan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Gerhana Matahari Sebagian terjadi ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi, namun tidak menutupi permukaan Matahari sepenuhnya. Akibatnya, cahaya Matahari hanya terhalangi sebagian yang menimbulkan bayangan parsial di permukaan Bumi.

Meskipun tidak dapat disaksikan di Indonesia, gerhana matahari parsial tersebut dapat diamati dari beberapa negara di belahan Bumi Selatan. Negara-negara tersebut termasuk American Samoa, Antartika (sebagian wilayah), Australia bagian timur, Fiji, Kepulauan Cook, Kiribati, New Caledonia, Niue, Norfolk Island, Polinesia Prancis, Samoa, Selandia Baru, Tokelau, Tonga, Tuvalu, Vanuatu, dan Wallis dan Futuna.

Gerhana Matahari pada 21 September 2025 memiliki jadwal resmi yang telah dirilis oleh BMKG. Awal gerhana dijadwalkan pada pukul 17.29 UTC, puncak gerhana pada pukul 19.41 UTC, dan akhir gerhana pada pukul 21.53 UTC. Meskipun tidak dapat disaksikan secara langsung, masyarakat di Indonesia masih dapat menikmati momen tersebut melalui siaran langsung (live streaming) yang biasanya disediakan oleh platform internasional seperti Time and Date, NASA TV, dan beberapa observatorium luar negeri. Ini memungkinkan pecinta astronomi untuk tetap merasakan sensasi menyaksikan gerhana matahari secara real-time, meskipun tidak berada di lokasi pengamatannya.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler