Quiet covering menjadi fenomena yang semakin populer, terutama di kalangan Gen Z yang mulai memasuki dunia kerja. Istilah ini mencerminkan bagaimana cara pekerja generasi muda menyembunyikan identitas pribadi mereka untuk menghindari diskriminasi dan stereotip. Menjaga profesionalisme, mencari penerimaan sosial, dan menghindari diskriminasi adalah beberapa alasan utama mengapa Gen Z melakukan quiet covering. Meskipun praktik ini dapat membantu mereka terlihat lebih profesional, namun dampak negatif seperti menurunnya motivasi kerja dan risiko stres juga dapat muncul. Hasil riset menunjukkan bahwa hampir semua karyawan pernah melakukan quiet covering setidaknya beberapa kali. Gen Z memiliki dua kali lebih besar kemungkinan untuk menyembunyikan identitas pribadi dibandingkan dengan generasi Baby boomers. Dengan gen Z yang ingin profesional di tempat kerja, quiet covering menjadi upaya untuk tetap terlihat kompeten dalam kemajuan karir mereka.
Manfaat Quiet Covering bagi Karir Karyawan Gen Z
RELATED ARTICLES

