Mabuk perjalanan seringkali menjadi masalah yang membuat tubuh terasa tidak nyaman saat bepergian jauh. Namun, sebuah penelitian yang dipimpin oleh ahli saraf Yilun Li dari Institut Sains dan Teknologi Henan, Tiongkok, menemukan bahwa mendengarkan musik ceria dapat membantu mengurangi gejala mual, pusing, dan ketidaknyamanan yang muncul akibat mabuk perjalanan.
Dalam uji coba yang dilakukan menggunakan simulator mengemudi, 30 peserta dipilih untuk menjalani perjalanan dan mengenakan topi elektroensefalograf (EEG) untuk merekam aktivitas otak mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis musik yang diputar memengaruhi seberapa cepat tubuh mereka kembali stabil setelah merasa mual.
Peserta dibagi menjadi enam kelompok yang menerima perlakuan berbeda setelah merasakan gejala mabuk perjalanan yang meliputi mendengarkan musik ceria, lembut, atau sedih, meditasi, atau berhenti sebelum mual muncul. Hasilnya, musik ceria terbukti paling efektif dalam meredakan gejala mabuk perjalanan, diikuti oleh musik lembut. Namun, musik sedih justru dapat memperburuk kondisi mual.
Data dari EEG menunjukkan bahwa gejala mabuk perjalanan muncul karena aktivitas otak di bagian oksipital menurun, yang bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan tubuh saat bergerak. Musik ceria atau menenangkan dapat membantu meningkatkan pemulihan tubuh dan membuatnya merasa lebih nyaman.
Penelitian ini konsisten dengan temuan sebelumnya yang menyatakan bahwa musik dapat memengaruhi suasana hati seseorang. Dalam konteks mabuk perjalanan, mendengarkan musik tertentu yang disukai dapat membantu mengurangi gejala mual dan pusing akibat perjalanan jauh. Musik juga memiliki potensi untuk membantu mengatasi mabuk laut ketika berlayar di kapal.

