Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, didampingi Kepala Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) dapur Lanud Adi Soemarmo Rifky Sheva dan ahli gizi Dhinda Kusuma, melakukan kunjungan di dapur SPPG Lanud Adi Soemar. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang mengungkapkan bahwa hingga sore hari ini, pihaknya mencatat adanya 45 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak menjalankan SOP dan menjadi penyebab insiden keamanan pangan.
Dari 45 dapur tersebut, 40 dapur dinyatakan ditutup untuk batas waktu yang tidak ditentukan, sampai semua penyelidikan dan perbaikan sarana dan fasilitas selesai dilakukan. BGN telah mengeluarkan surat kepada para mitra dengan batas waktu 1 bulan untuk melengkapi sertifikat layak higenistas, sertifikat halal, dan sertifikat penggunaan air yang layak pakai. Jika dalam waktu 1 bulan mereka tidak memenuhi ketiga sertifikasi tersebut, SPPG akan ditutup.
Nanik menegaskan bahwa kontrak para mitra hanya berlangsung selama 1 tahun, dan jika ketentuan tidak dipenuhi, langkah tegas akan diambil. Ia menyesalkan bahwa akibat dari kejadian ini, 9.400 SPPG lainnya juga dapat terancam.

