Wednesday, January 14, 2026
HomeTeknologiIABC Indonesia: Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI dan Deepfake

IABC Indonesia: Masa Depan Kepercayaan Publik di Era AI dan Deepfake

International Association of Business Communicators (IABC) Indonesia telah menggelar konferensi tahunan untuk membahas tantangan kepercayaan publik di era digital yang dipenuhi dengan disinformasi dan deepfake. Di era AI, kepercayaan publik menjadi kunci dalam komunikasi strategis modern. Presiden IABC Indonesia, Elvera N. Makki, menekankan bahwa teknologi harus didukung oleh nilai-nilai kemanusiaan dan etika. Dalam sebuah survei, empat dari lima responden mendukung regulasi ketat terhadap deepfake di media sosial, menunjukkan betapa pentingnya isu kepercayaan publik di era digital saat ini. Berbicara tentang hoaks di Indonesia, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Riset RI, Prof. Stella Christie, menekankan pentingnya edukasi, riset, dan data empiris dalam menghadapi penyebaran informasi palsu. Ia juga menyoroti faktor yang membuat orang mudah percaya hoaks, seperti keterbelahan politik dan rendahnya refleksi kognitif. Selain itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. Ir. Emil Elestianto Dardak, mencatat bahaya framing informasi yang keliru di ruang digital. Konferensi IABC Indonesia menjadi platform relevan untuk membahas isu strategis kepercayaan publik, kemanusiaan, dan dampak digital. Menyoroti aspek kesehatan, Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, menekankan pentingnya transparansi dan empati dalam komunikasi kesehatan. Pesan kesehatan yang menyentuh hati diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat demi kesejahteraan bersama. Keterlibatan emosi dan cerita dalam komunikasi kesehatan dianggap krusial untuk membangun kepercayaan publik.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler