Saturday, January 17, 2026
HomeBeritaKomunikasi sebagai Pilar Negara: Henri Satrio Soroti Etika Pejabat

Komunikasi sebagai Pilar Negara: Henri Satrio Soroti Etika Pejabat

Hendri Satrio, seorang analis komunikasi politik, baru saja meluncurkan bukunya yang berjudul “Riah-Riuh Komunikasi” di Universitas Paramadina, Jakarta. Dalam buku ini, Hendri mengulas secara mendalam dinamika komunikasi para pejabat publik di Indonesia, dengan menekankan pentingnya komunikasi sebagai pilar strategis dalam tata kelola pemerintahan. Menurut Hendri, keresahan yang dialaminya terhadap pola komunikasi pejabatlah yang mendorong terciptanya karya ini. Dia juga memberi apresiasi terhadap pola komunikasi tertentu yang dianggapnya berhasil, seperti komunikasi Presiden Prabowo dengan mantan presiden lainnya.

Namun, di sisi lain, Hendri juga memberikan catatan kritis terhadap beberapa kasus viral yang terjadi belakangan ini. Dia mengingatkan para pejabat publik pentingnya untuk kembali pada kerangka berpikir dasar dalam berkomunikasi agar terhindar dari kegaduhan. Sebagai upaya kemanusiaan, Hendri berjanji akan menyumbangkan sebagian hasil penjualan bukunya untuk membantu korban bencana banjir di beberapa daerah di Indonesia.

Buku ini dipandang sangat relevan oleh peneliti BRIN, Siti Zuhro, sebagai cermin bagi elit penguasa. Menurutnya, buku ini memberikan panduan yang berharga bagi pengambil kebijakan dalam membangun komunikasi publik yang jernih dan berempati. Pendapat itu juga didukung oleh Helmy Yahya, seorang profesional media, yang menekankan pentingnya strategi penyampaian pesan di era modern. Menurutnya, banyak program bagus milik pejabat sering gagal di mata publik karena kesalahan dalam diseminasi informasi.

Di tengah tantangan era digital, CEO Good News From Indonesia, Wahyu Aji, menyoroti pentingnya kejelasan pesan agar pesan pemerintah tidak tenggelam di hiruk-pikuk informasi yang ada. Acara peluncuran buku tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh seperti Ekonom Wijayanto Samirin dan Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik Junaidi Rachbini. Hensa juga mengonfirmasi tengah menyiapkan dua buku lanjutan yang akan membahas estafet ideologi tokoh bangsa dari masa ke masa.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler