Indonesia terkenal dengan keberagaman pangan lokal yang sangat beragam. Namun, kenyataannya pangan lokal mulai tersisihkan oleh produk olahan, makanan instan, dan pangan impor di kalangan masyarakat perkotaan. Hal ini menjadi fokus dalam talkshow edukatif “Melacak Jejak Pangan Nusantara” di Jakarta. Diskusi ini bertujuan untuk mengajak masyarakat mengenali potensi pangan lokal yang sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Ketidakmampuan masyarakat memahami pangan lokal berdampak serius pada berkurangnya keragaman konsumsi dan pengetahuan tradisional mengenai makanan. Pangan lokal mencerminkan sejarah panjang bangsa dan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan budaya. Dalam aspek riset, dibutuhkan kolaborasi aktif untuk menjaga keberlanjutan pangan lokal. Pengembangan praktik nyata dari temuan riset diperlukan untuk memperkuat posisi pangan lokal di pasaran.
Selain itu, inovasi sumber protein seperti serangga menjadi sorotan. Serangga dianggap sebagai alternatif protein masa depan yang lebih ramah lingkungan dan memiliki efisiensi produksi yang lebih tinggi daripada ternak konvensional. Ini membuka peluang besar sebagai sumber protein yang berkelanjutan. Melalui dialog ini, diharapkan literasi pangan masyarakat meningkat secara keseluruhan. Kolaborasi antara berbagai sektor diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bahwa pangan lokal adalah pilihan sehat, berkelanjutan, dan relevan di zaman ini.

