Musim MotoGP 2026 semakin mendekat, dan para tim telah mulai memperkenalkan motor terbaru mereka menjelang seri pembuka di Buriram, Thailand. Aprilia memunculkan tampilan serba hitam, sementara Prima Pramac Yamaha akan menampilkan estetika dominan ungu untuk musim 2026. Sebaliknya, Ducati memilih untuk mempertahankan jejak sejarah 100 tahun dengan livery Desmosedici GP26. Pabrikan asal Italia memilih skema merah gelap yang mereka beri nama “Rosso Centenario”, terinspirasi oleh warna Ducati 60 yang merupakan motor lengkap pertama yang ditampilkan oleh Ducati di dunia produksi sepeda motor.
Pada musim lalu, Ducati Lenovo meraih triple crown yang bergengsi untuk ketiga kalinya dalam sejarah tim mereka. Mereka berhasil mengumpulkan 13 kemenangan, membawa total kemenangan Ducati di MotoGP menjadi 99, dan mencatat rekor untuk jumlah poin tertinggi dalam sejarah oleh satu pembalap dalam satu musim, yaitu 545 poin oleh Marc Márquez. Mereka juga telah memastikan gelar konstruktor keenam secara beruntun.
Untuk musim 2026 yang sangat dinanti, Marc Márquez dan Francesco Bagnaia akan menunggangi Desmosedici GP26. Dengan total sembilan gelar juara dunia MotoGP yang sudah mereka kumpulkan, tujuh oleh Márquez dan dua oleh Bagnaia, keduanya siap untuk mengejar prestasi lebih tinggi. Márquez, setelah meraih gelar kelas premier ketujuhnya pada 2025, kini membidik gelar kedelapan bersama tunggangannya Rosso Centenario. Sementara Bagnaia, yang mengalami musim 2025 yang sulit, berharap untuk bisa keluar dari bayang-bayang kekecewaan dan kembali bersinar.
Kedua pembalap Ducati ini optimis dengan kesempatan baru yang dihadirkan oleh musim baru dan motor baru. Pembukaan musim di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia pada 3 Februari akan menjadi kesempatan bagi keduanya untuk menguji Desmosedici GP26 secara resmi dan melihat bagaimana performa tim Ducati Lenovo pada musim 2026. Itulah gambaran singkat terkait persiapan tim Ducati untuk musim MotoGP 2026.

