Monday, February 16, 2026
HomeOtomotifVolvo Membuka Produksi Baterai Solid-State Terbaru

Volvo Membuka Produksi Baterai Solid-State Terbaru

Teknologi baterai solid-state, yang telah lama diidamkan sebagai inovasi terbaik dalam dunia penyimpanan energi, semakin mendekati kenyataan. Geely, perusahaan induk Volvo, telah mempercepat pengembangan baterai solid-state miliknya. Dilaporkan oleh media China 21 Finance, Geely telah menyelesaikan paket baterai pertama yang direncanakan akan dipasang ke kendaraan uji yang direncanakan untuk beroperasi tahun ini.

Meskipun demikian, kendaraan pertama yang menggunakan teknologi baterai solid-state ini belum akan tersedia secara komersial di pasaran. Geely saat ini lebih fokus pada penggunaan teknologi ini pada kendaraan uji (test mule). Meskipun Geely tidak menjual mobil di Amerika Serikat, namun produk-produk perusahaan ini dapat diakses oleh konsumen di Eropa dan Australia.

Sebagai perusahaan otomotif besar, Geely juga memiliki merek-merek ternama seperti Lotus, Zeekr, Lynk & Co, dan Volvo. Dengan sejarah investasi dalam teknologi baterai sejak tahun 2010, termasuk pengembangan sel lithium iron phosphate (LFP) dan sel solid-state.

Baterai solid-state Geely dikabarkan memiliki densitas energi sekitar 400 Wh/kg, jauh melampaui baterai lithium-ion konvensional yang biasanya hanya 200-300 Wh/kg. Kelebihan yang ditawarkan oleh baterai solid-state antara lain kapasitas penyimpanan energi yang lebih besar, pengisian cepat, dan tingkat keselamatan yang lebih baik.

Bukan hanya Geely, banyak produsen mobil lainnya seperti Dongfeng, SAIC, Chery, Mercedes-Benz, Stellantis, dan BMW juga menginvestasikan sumber daya mereka dalam pengembangan teknologi baterai solid-state. Meskipun Donut Labs dari Finlandia mengklaim telah mengembangkan baterai solid-state pertama di dunia yang siap diproduksi, masih banyak pertanyaan yang membutuhkan jawaban untuk memastikan keberhasilan teknologi ini dalam pasar massal.

Diperkirakan bahwa unit produksi baterai solid-state pertama baru akan tersedia di pasaran pada tahun 2027, karena proses manufaktur yang kompleks dan keseimbangan antara kekuatan dan kehati-hatian dalam penggabungan komponen baterai solid-state. Meskipun masih ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab seputar teknologi baterai solid-state, namun potensinya dalam mengubah industri mobil elektrik menjadi lebih menarik bagi konsumen tidak bisa diabaikan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler