Saturday, March 7, 2026
HomeGaya HidupLibur Imlek: Strategi Peningkatan Wisatawan oleh Menpar

Libur Imlek: Strategi Peningkatan Wisatawan oleh Menpar

Hadirnya libur Imlek yang bertepatan dengan bulan Ramadhan di tahun 2026 dinilai oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana sebagai momen yang strategis untuk meningkatkan pergerakan wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, dengan durasi tinggal yang lebih lama. Kementerian Pariwisata melihat peluang strategis ini sebagai kesempatan bagi para pelaku industri pariwisata untuk memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan yang akan menikmati libur panjang Imlek 2026.

Untuk mendorong pergerakan wisatawan, Kementerian Pariwisata mengajak masyarakat untuk berlibur di dalam negeri dengan mengikuti kampanye #DiIndonesiaAja, dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan destinasi wisata. Cuti bersama untuk Tahun Baru Imlek 2026 sendiri jatuh pada Senin, 16 Februari, yang merupakan akhir pekan, sehingga menciptakan waktu libur yang lebih panjang.

Pemetaan tanggal long weekend dianggap penting agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan mereka dengan lebih baik, menghindari kepadatan pada waktu tertentu, dan memberi manfaat bagi pekerja dan keluarga. Harapannya, pergerakan wisata yang merata dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kementerian Pariwisata juga fokus pada pemasaran dengan memperkuat kampanye tematik Imlek dan Ramadhan untuk promosi perjalanan keluarga dan wisata minat khusus. Upaya optimalisasi promosi digital berbasis data dilakukan untuk menyesuaikan pesan promosi dengan minat pasar dan pola perjalanan, sehingga wisatawan dapat terdistribusi secara merata di berbagai destinasi. Kolaborasi dengan industri, pemerintah daerah, dan platform perjalanan juga dilakukan untuk menyajikan paket wisata dan event tematik yang terintegrasi dengan kalender kegiatan daerah.

Komunikasi publik terus diperkuat terkait kesiapan destinasi, kenyamanan berwisata, dan pilihan destinasi yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan menjelang Ramadhan. Dengan strategi pemasaran yang terarah dan kolaboratif, diharapkan libur panjang Imlek-Ramadhan bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan pergerakan wisatawan, memperpanjang durasi kunjungan, serta memberikan dampak ekonomi yang merata bagi daerah.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler