Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) dengan cepat melakukan evakuasi ribuan korban banjir di Dusun Balongrejo, Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Tim BPBD merespons situasi darurat ini dengan mengirim peralatan perahu karet, tenda pengungsi, dan personel untuk membantu evakuasi warga yang terdampak banjir. Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, memastikan bahwa evakuasi ke lokasi yang lebih aman diperlukan karena banjir belum surut. BPBD Jatim juga menyediakan bantuan logistik seperti biskuit dan makanan tambahan bagi warga yang terdampak.
Selain itu, Pemprov Jatim telah melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) selama 10 hari untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, seperti yang diinstruksikan oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Namun, hujan dengan intensitas tinggi di Pasuruan tidak bisa ditangani sepenuhnya karena keterbatasan jumlah sortie. Di lokasi Dusun Balongrejo, evakuasi memerlukan perahu warga untuk menjangkau wilayah yang terendam banjir. Wagiyono Kades Kedungringin mengatakan bahwa banjir kali ini merupakan yang terbesar, dan dia memberikan imbauan kepada warga terdampak agar mematikan aliran listrik untuk menghindari bahaya korsleting listrik.
Wabup Pasuruan, HM Shobih Asrori, menyebut bahwa banjir itu merupakan dampak dari cuaca ekstrem dan hujan intensitas tinggi. Peninjauan dan perhatian pemerintah diberikan sebagai upaya untuk meringankan beban warga terdampak. Di samping itu, dibentuklah shelter dapur umum di beberapa lokasi untuk memberikan pelayanan kepada warga terdampak banjir. Sejumlah kecamatan di Kabupaten Pasuruan, termasuk Beji, Grati, Gondangwetan, Gempol, dan Pohjentrek, mengalami dampak banjir yang cukup signifikan. Menjadi penting untuk melakukan kajian teknis guna memahami penyebab banjir yang terjadi secara rutin setiap tahun di wilayah tersebut.

