Ketua BPD Teluk Langkap Dianiaya Usai Cegah Tambang Emas Ilegal
Kisruh terjadi di Desa Teluk Langkap, Kabupaten Tebo, Jambi, setelah Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat, Amri Firdaus, diserang sekelompok warga. Kejadian ini berawal dari upaya Amri dan warga setempat untuk menghentikan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang dianggap membahayakan lingkungan sekitar.
Upaya Cegah PETI Tanpa Izin
Pada Selasa (14/7), Amri bersama sejumlah warga mendatangi lokasi penambangan yang terletak dekat dengan permukiman warga. Mereka khawatir aktivitas penambangan tersebut dapat menimbulkan bahaya longsor dan merusak lingkungan sekitar. Sebagian warga bahkan membawa petasan dan katapel untuk mengusir para penambang.
Dalam kejadian tersebut, terdapat informasi bahwa salah satu pekerja tambang terluka akibat terkena peluru dari katapel yang digunakan oleh warga dalam aksi pengusiran. Namun, Amri menegaskan bahwa banyak warga yang terlibat dalam aksi tersebut, bukan hanya dirinya.
Penganiayaan Terhadap Ketua BPD
Tak lama setelah aksi pengusiran, sekelompok warga mendatangi rumah Amri sekitar pukul 12.30 WIB. Mereka menyalahkan Amri sebagai pelaku penganiayaan terhadap pekerja tambang tersebut. Akibatnya, Amri beserta istrinya, Suwartini, menjadi korban penganiayaan dari sekelompok warga tersebut.
Peristiwa penganiayaan ini telah dilaporkan ke Polres Tebo dan sedang dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Kasat Reskrim Polres Tebo, AKP Rimhot Nainggolan, menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak dapat diselesaikan dengan cara main hakim sendiri dan harus ditindaklanjuti melalui jalur hukum yang berlaku.
Polres Tebo masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab sebenarnya di balik insiden tersebut serta menentukan langkah hukum selanjutnya.

