SpaceX Menginvestasikan Rp290 Triliun untuk AI, Elon Musk Targetkan Pendapatan Rp16 Kuadriliun
SpaceX, perusahaan antariksa yang dimiliki oleh Elon Musk, menunjukkan ambisi besar dengan pengucuran dana modal sebesar Rp290 triliun pada kuartal terbaru. Dana tersebut digunakan untuk pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dalam skala besar.
Ekspansi Infrastruktur dan Pusat Data Orbital
Pada kuartal pertama setelah IPO SpaceX, Elon Musk menegaskan bahwa perusahaannya sedang fokus membangun kapasitas komputasi AI yang melampaui perusahaan lain. Rencana ekspansi infrastruktur termasuk peningkatan kapasitas pusat data SpaceX dari 2 gigawatt menjadi 10 gigawatt. Langkah ini menjadi pendorong utama bagi strategi pergeseran SpaceX ke ranah kecerdasan buatan.
SpaceX juga telah mengakuisisi beberapa perusahaan terkait AI, seperti Cursor senilai US$60 miliar dan mendapatkan cip AI eksklusif dari Nvidia. Meskipun mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan, saham SpaceX sempat mengalami penurunan dalam perdagangan pasca pengumuman pengeluaran.
Target Pendapatan US$1 Triliun
Chief Financial Officer SpaceX, Bret Johnsen, menyatakan bahwa investasi besar-besaran pada AI mulai membuahkan hasil. Perusahaan telah menjalin kerja sama dengan raksasa teknologi dan pemerintahan untuk menyewakan kapasitas pusat data mereka. Proyeksi pendapatan pada tahun-tahun mendatang juga menggambarkan optimisme SpaceX, dengan target pendapatan tahunan mencapai US$1 triliun pada tahun 2030.
Bisnis satelit internet Starlink juga tetap menjadi salah satu pilar pertumbuhan SpaceX, dengan pendapatan yang terus meningkat. Hingga saat ini, Starlink telah memiliki 12 juta pengguna di seluruh dunia.
Dengan investasi besar pada AI dan target pendapatan yang ambisius, SpaceX siap mengukir sejarah dalam revolusi kecerdasan buatan di masa depan. (Source link)

