Kebebasan meracik hidangan penutup sendiri menjadi daya tarik baru bagi konsumen muda. Pada frozen yoghurt, personalisasi itu memungkinkan pelanggan menggabungkan sejumlah rasa dengan buah, biskuit, saus, jeli, hingga topping yang sedang populer dalam satu gelas.
Konsep tersebut menjawab perubahan cara masyarakat urban memilih destinasi kuliner. Cita rasa tetap penting, tetapi pengalaman yang ditawarkan—termasuk suasana, tampilan makanan, dan kenyamanan tempat—ikut menjadi pertimbangan. Generasi muda juga cenderung ingin menentukan sendiri komposisi makanan sesuai selera masing-masing.
Kombinasi rasa dan topping tanpa paket baku
R&D Chef ha-yo! Frozen Yoghurt, Carla Ryadi, mengatakan konsumen muda tidak hanya mencari dessert yang menyegarkan, tetapi juga pengalaman berbeda. Selama ini, pilihan frozen yoghurt umumnya disajikan dalam kombinasi menu dengan jumlah topping yang sudah ditetapkan.
“Anak-anak muda inginnya ada kebebasan dalam menentukan makanan mereka. Seleranya pasti berbeda-beda. Kalau ditentukan (kombinasi rasa dan topping) akan sangat-sangat membosankan,” kata Carla dalam acara ha-yo! intimate media session di Blok M, Jakarta Selatan, Selasa, 7 Juli 2026.
Melalui konsep Create Your Own Cup, pelanggan dapat memilih dan mencampurkan varian frozen yoghurt serta topping tanpa ketentuan jumlah tertentu. Batasnya hanya kapasitas gelas yang dipilih: seluruh kombinasi harus tetap tertampung di dalam wadah tersebut.
Varian rasa yang tersedia antara lain original, cokelat, matcha, kacang pistachio, buah beri, dan mangga. Pilihan itu dapat dipadukan dengan potongan buah segar, kacang-kacangan, biskuit, sereal, aneka saus, maupun jeli.
Topping populer menjadi bahan eksperimen
Selain pelengkap yang lazim digunakan, konsumen juga bisa memilih topping yang tengah populer, seperti kunafa pistachio, mochi, dan saus Biscoff. Kombinasi tersebut memberi ruang untuk meniru karakter dessert lain dengan bahan dasar frozen yoghurt.
Untuk membuat racikan yang terinspirasi dari Dubai chewy cookie, misalnya, Carla menyarankan frozen yoghurt cokelat dipadukan dengan saus Biscoff, kunafa pistachio, dan mochi cokelat. Racikan itu kemudian disiram lelehan cokelat hitam yang akan mengeras.
Kesempatan bereksperimen menjadi salah satu alasan konsumen ingin kembali. Ata, remaja berusia 17 tahun asal Bogor, mengaku menikmati keleluasaan menggabungkan varian rasa dan mengambil topping sesuai keinginannya.
“Bikin mau balik lagi karena bisa mengambil topping sepuasnya, varian rasanya juga bisa dikombinasikan sesuai selera,” katanya.
Rasa asam yang membedakan
Frozen yoghurt dibuat dari yoghurt, produk olahan susu fermentasi yang mengandung nutrisi seperti kalsium dan protein. Kultur aktif atau probiotik di dalam yoghurt juga membantu menjaga keseimbangan bakteri baik pada saluran pencernaan. Teksturnya yang ringan dan cita rasanya yang segar membuat hidangan ini dipilih sebagai salah satu alternatif dessert, seiring tumbuhnya minat terhadap pola hidup yang lebih sehat.
Bagi Ata, karakter asam menjadi pembeda utama frozen yoghurt dibandingkan es krim atau gelato. Ia lebih menyukai rasa segar tersebut daripada rasa susu yang lebih kuat pada es krim. “Frozen yoghurt lebih enak, apalagi yang rasa asamnya. Kalau es krim lebih berasa susunya,” ujarnya.

