Sunday, October 11, 2026
HomeTravelCara Menemukan Sisi Baru Kota Lewat Perjalanan Singkat

Cara Menemukan Sisi Baru Kota Lewat Perjalanan Singkat

Perjalanan singkat di dalam atau sekitar kota tempat tinggal semakin menjadi pilihan wisatawan. Publikasi Statistik Wisatawan Nusantara 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut kemudahan menjangkau berbagai destinasi turut ditopang oleh infrastruktur transportasi yang semakin terhubung. Wisata pun tidak harus selalu dilakukan ke luar kota selama berhari-hari.

Namun, menjelajahi kota sendiri kerap berujung pada kunjungan ke tempat yang sama. Pendiri platform eksplorasi urban SANA Kenal Kota, Abimantra Pradhana, menilai rasa ingin tahu dapat menjadi pintu masuk untuk menemukan sisi lain sebuah wilayah.

Keingintahuan itu bisa muncul dari hal sederhana, misalnya ketika melihat sebuah tempat memperoleh lebih banyak penilaian dibandingkan lokasi lain di aplikasi. Pertanyaan mengenai alasan tempat tersebut ramai dinilai dapat mendorong seseorang datang dan mencoba pengalaman yang ditawarkan.

“Dari rasa ingin tahu kita bisa ingin lebih tahu lebih dalam lagi,” kata Abimantra dalam jumpa media Jalan Jajan oleh Gojek di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.

Mulai dari tur, lalu menjelajah secara mandiri

Setelah menentukan destinasi awal, wisatawan dapat memperluas eksplorasi dengan mengikuti tur jalan kaki yang diselenggarakan komunitas. Menurut Abimantra, kini terdapat banyak komunitas dan aktivitas urban yang tidak sebatas membawa peserta mengunjungi suatu tempat, tetapi juga memperkenalkan narasi di balik destinasi tersebut.

Tur semacam itu dapat menjadi bekal sebelum seseorang menyusuri kota dengan caranya sendiri. “Setelah rasa penasaran itu muncul dan mungkin sudah ikut komunitas, cobalah mengeksplorasi sendiri,” ujar penulis buku Kenal Kota: Transisi Jakarta tersebut.

Dalam perjalanan mandiri, Abimantra menyarankan wisatawan berinteraksi dengan warga setempat dan menikmati makanan sebagaimana kebiasaan masyarakat lokal. Percakapan langsung dapat menghadirkan cerita yang belum tentu ditemukan melalui aplikasi atau informasi umum tentang destinasi.

Ia mencontohkan pengalamannya ketika menjelajahi kawasan Glodok, Jakarta Barat. Dari warga lokal, Abimantra mendengar cerita bahwa nama kawasan tersebut dikaitkan dengan bunyi kincir angin yang terdengar seperti “gelodok, gelodok, gelodok”. Ia mengakui tidak mengetahui kebenaran historis cerita itu, meski menilainya masuk akal.

“Cerita seperti ini tidak akan kita dapatkan kalau tidak ada mengobrol dengan warga lokal,” katanya.

Tidak harus mengikuti kawasan populer

Abimantra mengatakan setiap wilayah mempunyai cerita serta kuliner khas masing-masing. Karena itu, eksplorasi kota tidak harus selalu berpusat pada kawasan yang sedang populer. Rasa penasaran, interaksi dengan warga, dan keberanian mencoba rute sendiri dapat membuka pengalaman berbeda, bahkan di lingkungan yang relatif dekat dari tempat tinggal.

Upaya menemukan tujuan wisata dan kuliner lokal juga didukung sejumlah inisiatif berbasis aplikasi. Salah satunya ialah fitur Jalan Jajan dari Gojek, yang menyajikan kurasi rekomendasi tempat untuk dikunjungi.

Head of Marketing Gojek Marsela Renata mengatakan rekomendasi dalam fitur tersebut mencakup tempat wisata dan kuliner. Jalan Jajan dapat digunakan untuk mencari pilihan destinasi di Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, dan Yogyakarta.

“Dari tempat wisata ikonik, kuliner tradisional sampai yang baru dan viral,” ujar Marsela.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler