Carlos Espi memastikan Real Madrid membawa pulang kemenangan 3-2 dari markas Elche, Estadio Martinez Valero, setelah mencetak gol pada menit ke-91, Selasa. Gol penyerang pengganti itu menyelamatkan Los Blancos yang sempat unggul dua gol sebelum kehilangan kendali dan membiarkan Elche menyamakan kedudukan.
Hasil tersebut menjadi kemenangan kelima Real Madrid dalam enam pertandingan. Tambahan tiga poin membuat perolehan mereka menyamai Barcelona di puncak klasemen sementara La Liga. Barcelona baru memainkan pertandingannya melawan Racing Santander pada Rabu.
Madrid Unggul Dua Gol, Elche Bangkit
Real Madrid tampil tanpa Jude Bellingham untuk pertama kalinya musim ini. Pelatih Jose Mourinho memilih menurunkan Arda Guler sejak menit awal. Guler kemudian berperan dalam gol pembuka Madrid pada pertengahan babak pertama.
Tendangan bebas mendatar pemain tersebut lebih dulu membentur tiang gawang. Bola kemudian memantul mengenai badan kiper Elche, Matias Dituro, sebelum bergulir masuk ke gawang dan tercatat sebagai gol bunuh diri.
Madrid menggandakan keunggulan delapan menit berselang. Yan Diomande, rekrutan termahal klub, mengirimkan umpan silang yang diselesaikan Kylian Mbappe dengan tenang. Gol itu menjadi torehan kedelapan Mbappe di semua kompetisi musim ini.
Keunggulan dua gol tidak mampu dipertahankan Madrid setelah turun minum. Elche memperkecil ketertinggalan melalui sundulan Abiel Osorio yang menyambut umpan silang Lucas Cepeda. Gol tersebut menghidupkan kembali tekanan tuan rumah.
Elche akhirnya menyamakan skor pada menit ke-83. Nino melepaskan tembakan mendatar yang menaklukkan Thibaut Courtois dan mengubah kedudukan menjadi 2-2. Madrid berada dalam situasi sulit setelah gagal mengamankan pertandingan yang sebelumnya mereka kuasai.
Espi Menjawab Kepercayaan Mourinho
Mourinho merespons gol penyama itu dengan memasukkan dua penyerang sekaligus, Carlos Espi dan Endrick. Perubahan tersebut menghasilkan gol penentu pada masa injury time.
Espi, yang didatangkan dari Levante pada bursa transfer musim panas, bergerak menuju tiang jauh untuk menyambut umpan Mbappe. Ia kemudian menyambar bola pada menit ke-91 dan mengembalikan keunggulan Madrid menjadi 3-2.
Pemain tersebut belum pernah dipercaya sebagai starter musim ini. Namun, dua golnya sejauh musim berjalan telah memberikan kontribusi penting bagi Madrid, termasuk gol penentu di kandang Elche.
Mourinho memuji motivasi Espi, tetapi mengakui persaingan di lini depan Madrid sangat berat, terutama karena keberadaan Mbappe. “(Espi) masuk dengan motivasi besar, (tetapi) dia memiliki pemain di depannya yang bukan pemain biasa,” ujar Mourinho.
Ia juga menjelaskan bahwa keputusan memasukkan dua penyerang pada akhir laga merupakan langkah berisiko. “Bermain dengan mereka berdua tidaklah mudah… dengan perubahan yang saya buat di akhir laga, saya mempertaruhkan segalanya, karena hasil imbang saja tidak cukup,” katanya.
Meski puas dengan kemenangan, Mourinho menyoroti kegagalan timnya menutup pertandingan lebih cepat. “Ada pertandingan yang sepertinya sudah selesai… yang tidak kita selesaikan, dan setelah tidak diselesaikan, pertandingan yang tadinya mudah berubah menjadi tidak terkendali,” tegasnya.
Sebelum pertandingan dimulai, para pemain Elche dan Real Madrid mengenakan kaus berisi dukungan bagi warga Ceuta setelah krisis migrasi di wilayah teritorial Spanyol di Afrika Utara tersebut.

