Sunday, October 11, 2026
HomeTravelCara Menikmati Sushi ala Jepang: Panduan Etika dan Tips

Cara Menikmati Sushi ala Jepang: Panduan Etika dan Tips

Sushi kini mudah ditemukan di Indonesia, mulai dari sushi roll dengan beragam topping hingga nigiri dan sashimi. Namun, cara menikmatinya sering kali disesuaikan dengan selera lokal. Sebagian orang mencampurkan wasabi ke dalam soy sauce, menambahkan banyak bumbu pelengkap, atau memotong sushi sebelum menyantapnya.

Menurut Head Chef Genki Sushi Indonesia, Bayu Tresna Wijaya, kebiasaan tersebut bukan sesuatu yang keliru. Meski begitu, penggunaan bumbu tambahan secara berlebihan dapat membuat cita rasa asli sushi kurang terasa.

“Kadang kita terlalu banyak kasih soy sauce atau togarashi. Padahal dari topping dan nasinya sendiri sebenarnya sudah enak,” ujar Bayu dalam media gathering Genki Sushi Taste the World di Jakarta Selatan, Jumat, 12 Juni 2026.

Nigiri idealnya disantap sekali suap

Bayu menjelaskan, sushi dibuat dengan mempertimbangkan keseimbangan rasa antara nasi, ikan atau topping, serta saus pelengkap. Karena itu, cara menyantap juga dapat memengaruhi pengalaman menikmati hidangan tersebut.

Untuk nigiri, ia menyarankan agar sushi disantap dalam satu gigitan. Dengan cara itu, rasa dari seluruh komponen dapat berpadu secara bersamaan, tanpa ada bagian yang lebih dominan karena dimakan terpisah.

“Untuk nigiri terutama, sebaiknya one bite. Jadi rasa topping, saus, dan nasinya bisa langsung menyatu,” katanya.

Ia menambahkan, kebiasaan menggunakan banyak soy sauce atau mencampurkan beragam bumbu pendamping lebih umum ditemukan di luar Jepang, termasuk Indonesia. Menurut Bayu, hal tersebut berkaitan dengan kecenderungan masyarakat Indonesia yang menyukai cita rasa lebih kuat.

Selera lokal memengaruhi kreasi sushi

Perbedaan selera terlihat dari perkembangan menu sushi di berbagai negara. Di Jepang, sushi lebih banyak menonjolkan kesegaran bahan dan rasa alami ikan. Sementara itu, di Indonesia, menu dengan saus lebih melimpah, tekstur renyah, serta rasa gurih cenderung lebih diminati.

“Orang Indonesia umumnya suka rasa yang lebih kuat. Karena itu biasanya ada penyesuaian pada saus atau cara pengolahannya supaya lebih cocok dengan selera di sini,” ujar Bayu.

Menurut dia, penyesuaian serupa juga dijumpai di sejumlah negara Asia Tenggara lainnya. Hal itu mendorong munculnya beragam kreasi sushi modern, seperti penggunaan saus creamy, topping yang lebih banyak, dan bahan-bahan lokal yang lebih dekat dengan selera masyarakat setempat.

Selain menjelaskan cara menikmati sushi, Bayu mengingatkan pentingnya memperhatikan kualitas bahan baku, terutama ikan yang menjadi komponen utama sejumlah hidangan Jepang. Tuna segar, misalnya, umumnya memiliki warna merah muda hingga merah cerah yang tampak hidup dan tidak kusam. Dagingnya juga cenderung padat, bukan lembek.

“Kualitas bahan baku itu penting karena pada akhirnya yang ingin ditonjolkan dari sushi adalah rasa asli ikannya,” kata dia.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler