Sunday, October 11, 2026
HomeTeknologiMinat Konsumen AS pada Stablecoin Terus Meningkat

Minat Konsumen AS pada Stablecoin Terus Meningkat

Perlindungan terhadap penipuan dan asuransi simpanan dengan standar setara perbankan menjadi faktor penting yang dapat mendorong minat konsumen Amerika Serikat terhadap stablecoin. Temuan Visa menunjukkan, tingkat kesediaan menggunakan aset digital tersebut meningkat dari 36 persen menjadi 56 persen ketika kedua bentuk perlindungan itu tersedia.

Temuan tersebut tercantum dalam laporan Visa bertajuk Money Travels 2026 yang dirilis pada Rabu, 23 September 2026. Laporan itu disusun berdasarkan survei Morning Consult terhadap 2.912 orang dewasa di AS. Survei dilakukan pada 24 Februari hingga 2 Maret 2026.

Kepercayaan lebih tertuju pada penyedia layanan

Visa, sebagaimana dikutip The Block pada Kamis (24/9/2026), menyebut para responden terlebih dahulu diberikan definisi mengenai sejumlah istilah kunci, termasuk stablecoin, sebelum menjawab pertanyaan survei.

Hasil survei memperlihatkan bahwa kepercayaan konsumen tidak semata-mata ditentukan oleh teknologi yang digunakan. Sebanyak 64 persen responden menyatakan kepercayaan mereka lebih bergantung pada penyedia layanan pembayaran daripada teknologinya.

Kesediaan menggunakan stablecoin juga meningkat apabila layanan tersebut disediakan oleh institusi keuangan yang sudah dikenal. Dalam skenario itu, minat responden naik dari 36 persen menjadi 45 persen.

Bank komersial tradisional menjadi penyedia layanan mata uang digital yang paling dipercaya dalam survei tersebut, dengan tingkat kepercayaan 61 persen. Jaringan pembayaran global menyusul dengan 60 persen.

Stablecoin masih belum banyak dikenal

Meski minat dapat meningkat ketika faktor keamanan dan reputasi penyedia layanan diperkuat, pemahaman konsumen AS terhadap stablecoin masih terbatas. Visa mencatat 56 persen responden belum pernah mendengar istilah tersebut.

Di antara responden yang sudah mengetahuinya, masih terdapat anggapan yang keliru bahwa stablecoin mengalami fluktuasi nilai seperti bitcoin. Padahal, survei Visa secara khusus memberikan definisi istilah tersebut kepada seluruh peserta sebelum pengumpulan jawaban.

Di tengah tingkat pengenalan yang belum merata, stablecoin disebut mengambil porsi yang terus bertambah dalam likuiditas dolar digital global. Dasbor data The Block mencatat total pasokan stablecoin yang dipatok terhadap dolar AS telah melampaui US$295 miliar, setara sekitar Rp5.265 triliun dengan asumsi kurs Rp17.850 per dolar AS.

Dari total tersebut, USDT yang diterbitkan Tether menyumbang sekitar US$183,4 miliar atau Rp3.273 triliun. Sementara itu, pasokan USDC milik Circle tercatat mendekati US$76 miliar atau sekitar Rp1.356 triliun.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler