Zelda Williams meminta publik berhenti menyebarkan video hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) yang menggunakan wajah dan suara mendiang ayahnya, aktor Robin Williams. Video tersebut menampilkan sosok Robin seolah-olah sedang membicarakan teori konspirasi, padahal menurut Zelda, rekaman itu bukan materi pribadi sang aktor.
Zelda: Video Itu Hasil Rekayasa AI
Filmmaker berusia 37 tahun itu menyampaikan kecamannya melalui Instagram Story pada Senin (21/9/2026). Ia menegaskan bahwa video yang beredar di internet tersebut dibuat menggunakan AI dan bukan video asli Robin Williams.
“Bagi mereka yang masih tertipu oleh kebohongan, video yang katanya video pribadi ayah saya, yang memperlihatkan dia sedang berbicara tentang teori konspirasi, jelas merupakan AI,” kata Zelda, seperti dilansir People, Selasa (22/9/2026).
Zelda juga mengkritik orang-orang yang mengaku sebagai penggemar Robin Williams tetapi tetap mempercayai keaslian video itu. Menurut dia, kualitas suara dalam video tersebut seharusnya dapat menjadi petunjuk bahwa rekaman itu bukan dibuat oleh atau menampilkan mendiang ayahnya.
“Siapa pun yang mengaku sebagai penggemar tetapi mempercayainya, jelas-jelas menonton film-filmnya dalam keadaan suara dimatikan karena suara itu terdengar robotik dan buruk,” ujar Zelda.
Menolak Penggunaan Sosok Robin Tanpa Persetujuan
Kemarahan Zelda tidak hanya ditujukan kepada publik yang mempercayai video tersebut. Ia juga mengecam pihak yang membuat rekaman AI dengan memakai sosok Robin Williams untuk menyampaikan pesan yang tidak pernah dibuat atau diucapkan sang aktor.
“Meski begitu, seorang manusia membuat robot untuk menciptakan video itu, dan kepada kalian siapapun itu saya katakan: jangan libatkan ayah saya dalam omong kosong delusional kalian dan biarkan dia beristirahat,” kata Zelda.
Ini bukan kali pertama Zelda menyuarakan keberatannya terhadap penggunaan teknologi AI untuk meniru ayahnya. Pada Oktober 2023, ia mengaku sangat terganggu ketika mendengar teknologi yang mereplikasi suara Robin Williams. Ia menilai persoalan tersebut menjadi lebih serius karena sang aktor sudah tidak dapat memberikan persetujuan atas penggunaan rupa maupun suaranya.
Zelda mengatakan, selama bertahun-tahun, ia melihat banyak pihak berupaya melatih model AI untuk menciptakan kembali atau meniru aktor yang tidak lagi dapat menyatakan persetujuan, termasuk Robin Williams.
“Ini bukan sekadar teori, ini adalah kenyataan yang sangat nyata. Saya bukanlah pihak yang netral dalam perjuangan melawan AI,” tuturnya.

