Sunday, October 11, 2026
HomeTeknologiBank Sentral Eropa Desak Aturan Kripto Lebih Ketat

Bank Sentral Eropa Desak Aturan Kripto Lebih Ketat

Perbedaan pendekatan antara Eropa dan Amerika Serikat terhadap stablecoin kembali terlihat dari aturan mengenai imbalan bagi pemegang aset kripto tersebut. Bank-bank sentral di Eropa mendorong agar larangan pemberian bunga diperluas, sementara aturan Amerika Serikat masih memberi ruang bagi bursa kripto untuk menawarkan imbalan tertentu.

Stablecoin merupakan mata uang kripto yang dirancang untuk menjaga nilai tetap stabil, umumnya dengan mematoknya pada dolar AS. Karena karakteristik itu, aset ini menjadi bagian penting dalam pembahasan regulasi kripto, termasuk terkait cara platform menarik pengguna dan memberikan keuntungan atas kepemilikan stablecoin.

ECB ingin celah aturan ditutup

Di bawah kerangka Markets in Crypto-Assets (MiCA), penerbit maupun bursa kripto dilarang memberikan imbalan bunga atas stablecoin. Bank-bank sentral ingin ketentuan tersebut dipertahankan dan diterapkan secara lebih luas agar tidak dapat dihindari melalui produk atau layanan lain.

“Pemberian imbalan bunga atas stablecoin harus tetap dilarang,” demikian bunyi tanggapan Bank Sentral Eropa (ECB).

Perhatian ECB dan bank-bank sentral tidak hanya tertuju pada pembayaran bunga secara langsung. Tanggapan tersebut menyoroti sejumlah cara yang dinilai dapat mereplikasi dampak ekonomi dari bunga, termasuk layanan pinjam-meminjam dan staking kripto yang ditawarkan oleh beberapa bursa.

Melalui layanan tambahan atau layanan yang belum tercakup dalam pengaturan, bursa dapat memberikan manfaat ekonomi kepada pengguna tanpa menyebutnya sebagai pembayaran bunga. Karena itu, bank-bank sentral menginginkan larangan tersebut mencakup aktivitas-aktivitas semacam itu.

Usulan perluasan juga mencakup imbalan tidak langsung, seperti manfaat tertentu yang diberikan melalui program loyalitas. Bank-bank sentral menyebut penutupan celah tersebut sebagai “prioritas legislatif yang jelas”.

Aturan AS memberi ruang bagi bursa

Pendekatan Washington berbeda dari posisi yang didorong di Eropa. Undang-undang GENIUS 2025 melarang penerbit stablecoin di Amerika Serikat memberikan bunga. Namun, aturan itu tidak melarang bursa menawarkan imbalan kepada pengguna.

Perbedaan antara larangan bagi penerbit dan kebebasan bagi bursa tersebut kemudian menjadi salah satu isu paling diperdebatkan dalam pembahasan undang-undang CLARITY. Perdebatan itu berpusat pada pertanyaan apakah celah yang memungkinkan bursa memberikan imbalan perlu ditutup.

Rancangan undang-undang CLARITY merupakan salah satu regulasi kripto penting di Amerika Serikat. Namun, upaya pengesahannya gagal di Senat AS pada 15 September karena kekurangan 10 suara. Dengan kegagalan tersebut, perbedaan pandangan mengenai imbalan stablecoin masih menjadi bagian dari perdebatan regulasi kripto antara pendekatan Eropa dan Amerika Serikat.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler