Sunday, October 11, 2026
HomeGaya HidupTips Menjaga Pakaian agar Tidak Bau Apek Saat Musim Hujan

Tips Menjaga Pakaian agar Tidak Bau Apek Saat Musim Hujan

Musim hujan dapat membuat pakaian lebih lama kering dan meningkatkan risiko munculnya bau apek. Kondisi ini bukan hanya mengganggu kesegaran pakaian, tetapi juga dapat menandakan adanya kelembapan yang mendukung pertumbuhan jamur dan mikroorganisme tertentu.

Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) menjelaskan, bau apek dapat menjadi salah satu tanda pertumbuhan jamur. Karena itu, mengatasi sumber kelembapan menjadi langkah utama, bukan sekadar menambahkan pewangi pada pakaian.

Segera tangani pakaian basah

Pakaian yang baru selesai dicuci sebaiknya segera dijemur atau dimasukkan ke mesin pengering. Jangan membiarkannya terlalu lama berada di dalam mesin cuci karena ruang yang tertutup dan lembap dapat membuat pakaian kehilangan kesegarannya.

Hal serupa berlaku untuk pakaian yang basah akibat kehujanan. Pakaian tersebut sebaiknya segera dicuci atau digantung terlebih dahulu hingga tidak lagi dalam kondisi basah. EPA juga menyarankan agar pakaian dan handuk basah tidak dibiarkan menumpuk di keranjang cucian maupun mesin cuci.

Saat menjemur di dalam rumah, pastikan udara dapat bergerak di sekitar pakaian. Beri jarak antar-gantungan dan hindari menumpuk pakaian terlalu rapat. Ruangan dengan ventilasi baik dapat membantu, sementara kipas angin bisa digunakan untuk memperlancar sirkulasi udara di sekitar kain.

EPA merekomendasikan kelembapan relatif dalam ruangan dijaga di bawah 60 persen jika memungkinkan. Pakaian yang lembap juga sebaiknya dikeringkan secepat mungkin, idealnya dalam waktu 24 hingga 48 jam, untuk membantu mencegah pertumbuhan jamur.

Pastikan pakaian benar-benar kering sebelum disimpan

Pakaian yang terasa kering di permukaan belum tentu telah kering sepenuhnya. Periksa bagian yang lebih tebal atau sulit terkena udara, seperti kerah, saku, lipatan celana, dan area jahitan. Jika bagian tersebut masih terasa dingin, lembap, atau mengeluarkan aroma berbeda, lanjutkan pengeringan.

Mesin pengering dapat digunakan ketika hujan turun sepanjang hari, tetapi perhatikan petunjuk perawatan pada label pakaian. Tidak semua bahan tahan terhadap panas tinggi. Jika mesin digunakan di dalam rumah, sistem pembuangan udaranya harus dipasang sesuai petunjuk agar kelembapan tidak terperangkap di ruangan. EPA mencatat, mesin pengering tanpa ventilasi ke luar dapat meningkatkan kelembapan dan berkontribusi terhadap masalah jamur.

Pakaian yang sudah telanjur berbau apek sebaiknya dicuci kembali, bukan hanya disemprot pewangi. Setelah itu, keringkan hingga tuntas sebelum dilipat dan dimasukkan ke lemari. Jika aroma tetap muncul, periksa sumber lain seperti lemari, keranjang pakaian, mesin cuci, dan kondisi ruangan.

Perhatikan mesin cuci, lemari, dan jumlah cucian

Mesin cuci yang lembap dan jarang dibersihkan juga dapat memengaruhi aroma pakaian. Sisa deterjen, kotoran, serta air yang tertinggal di bagian tertentu bisa menimbulkan bau kurang sedap. Bersihkan mesin secara berkala sesuai petunjuk produsen dan, jika memungkinkan, biarkan bagian dalamnya mendapat sirkulasi udara setelah digunakan.

Lemari yang terlalu penuh membuat udara sulit bergerak. Sisakan ruang di antara pakaian, jangan menyimpan pakaian yang masih lembap, dan sesekali buka pintu lemari agar udara berganti. Jika bau apek muncul pada pakaian atau lemari, cari sumber kelembapannya karena pewangi hanya menutupi aroma untuk sementara.

Jumlah cucian juga perlu disesuaikan dengan ruang pengeringan yang tersedia. Mencuci terlalu banyak sekaligus dapat membuat pakaian bergantung rapat dan memperpanjang waktu kering. Saat cuaca memungkinkan, dahulukan pakaian yang membutuhkan waktu lebih lama untuk kering.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler