Strive menambah kepemilikan Bitcoin sebanyak 1.107 BTC pada periode 21–25 September 2026. Pembelian dengan nilai sekitar US$94,5 juta atau Rp1,69 triliun itu membuat total aset kripto yang dimiliki perusahaan mencapai 27.462 BTC.
Data tersebut tercantum dalam dokumen Form 8-K yang disampaikan Strive kepada Securities and Exchange Commission (SEC) pada Senin pekan ini. Mengutip The Block, Selasa (29/9/2026), perusahaan membeli Bitcoin dengan harga rata-rata US$85.396 per BTC, setara sekitar Rp1,53 miliar dengan asumsi nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran Rp17.970.
Menargetkan posisi lebih tinggi
Akuisisi terbaru menjadi bagian dari upaya Strive untuk memperbesar posisi dalam daftar perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar. Meski jumlah pembelian kali ini lebih rendah dibandingkan tambahan 1.355 BTC pada pekan sebelumnya, perusahaan tetap menggalang dana untuk mendukung strategi tersebut.
Strive menghimpun modal melalui saham preferen persetual SATA serta pelaksanaan waran yang masih beredar. Exercise waran menghasilkan pendapatan kotor US$12,4 juta atau sekitar Rp222,77 miliar. Nilai itu menurun dibandingkan US$21,2 juta atau Rp380,86 miliar pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, penjualan SATA menyumbang 85 persen dari total modal yang dihimpun Strive pada pekan lalu. Kontribusi tersebut meningkat dibandingkan 57,75 persen pada periode sebelumnya.
Dengan kepemilikan 27.462 BTC, Strive saat ini menempati posisi kelima sebagai perusahaan publik pemegang Bitcoin terbesar di dunia. Strive berada di belakang Strategy, Twenty One, Metaplanet, dan MARA.
CEO Strive Matt Cole menyampaikan bahwa perusahaan berpotensi naik ke posisi kedua pada akhir 2026. Namun, ia menyebut pencapaian tersebut bukan skenario utama perusahaan.
Perlu tambah lebih dari 16.000 Bitcoin
Untuk melewati kepemilikan Twenty One yang saat ini mencapai 43.514 BTC, Strive masih harus mengakuisisi 16.053 BTC. Perhitungan itu menggunakan asumsi Twenty One tidak menambah kepemilikan Bitcoin dalam periode yang sama.
Dengan tersisa 13 pekan penuh hingga akhir 2026, Strive perlu membeli rata-rata sekitar 1.235 BTC setiap pekan untuk mencapai posisi tersebut. Target itu akan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan mengumpulkan modal dan mempertahankan laju pembelian Bitcoin.
Pergerakan harga Bitcoin sendiri masih berubah-ubah. Aset tersebut sempat turun 1,71 persen pada Minggu malam. Namun, berdasarkan data CoinMarketCap yang dipantau pada Selasa (29/9/2026) pukul 17.29 WIB, harga Bitcoin naik 1,56 persen dalam 24 jam terakhir menjadi US$84.092 atau sekitar Rp1,51 miliar.

