Sunday, October 11, 2026
HomeGaya Hidup7 Manfaat Jagung: Baik untuk Pencernaan dan Mata

7 Manfaat Jagung: Baik untuk Pencernaan dan Mata

Jagung bukan hanya bahan pangan yang mudah ditemukan, tetapi juga sumber serat, vitamin, mineral, dan antioksidan. Biji-bijian bernama ilmiah Zea mays ini dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk, mulai dari jagung rebus hingga popcorn, tepung, tortilla, dan minyak jagung.

Dikutip dari Healthline, jagung berasal dari Amerika Tengah dan kini dibudidayakan dalam beragam jenis serta warna, seperti kuning, putih, merah, dan ungu. Kandungan serat dan nutrisinya cenderung lebih banyak ketika jagung dikonsumsi dalam kondisi belum banyak diolah.

Manfaat jagung bagi fungsi tubuh

Menurut Health, serat tidak larut dalam jagung dapat membantu memperlancar pencernaan. Serat tersebut tidak dicerna tubuh, tetapi menambah volume feses sehingga membantu proses pembuangan sisa makanan. Serat juga menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di dalam usus yang berperan dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Jagung juga mengandung lutein dan zeaksantin. Kedua senyawa tersebut merupakan antioksidan yang dapat membantu menjaga kesehatan mata. Selain itu, karotenoid dalam jagung dapat digunakan tubuh untuk membentuk vitamin A, yang dibutuhkan untuk mendukung fungsi retina, kornea, serta bagian pelindung mata.

Kandungan karotenoid pada jagung turut berperan sebagai antioksidan yang membantu melawan peradangan di dalam tubuh. Jagung juga mengandung kalium, mineral yang berperan dalam menjaga tekanan darah dan membantu mengatur irama jantung. Karena itu, jagung dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan jantung.

Manfaat antioksidan juga ditemukan pada jagung dengan warna yang lebih pekat. Jagung ungu, misalnya, mengandung quercetin. Senyawa ini memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan.

Peran jagung dalam pola makan

Serat dalam jagung dapat memperlambat pencernaan pati menjadi gula. Dengan proses tersebut, penyerapan gula ke dalam darah berlangsung lebih bertahap sehingga dapat membantu mencegah peningkatan kadar gula darah secara cepat.

Jagung secara alami tidak mengandung gluten. Sifat ini membuatnya dapat dikonsumsi oleh orang yang perlu menghindari gluten, termasuk mereka yang memiliki penyakit celiac atau sensitivitas terhadap gluten.

Sebagai salah satu sumber biji-bijian utuh, jagung dapat dimasukkan ke dalam pola makan sehat. Konsumsi biji-bijian utuh dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah terhadap sejumlah masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung, kanker kolorektal, diabetes tipe 2, dan obesitas.

Meski dapat diolah menjadi beragam makanan, kandungan serat dan nutrisi jagung dapat berbeda bergantung pada proses pengolahannya. Jagung yang belum diolah disebut memiliki kandungan serat dan nutrisi lebih banyak dibandingkan produk jagung yang telah melalui berbagai proses.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler