Saturday, June 13, 2026
HomeTravelJelajahi Lokasi Favorit Festival Perahu Bidar di Palembang

Jelajahi Lokasi Favorit Festival Perahu Bidar di Palembang

Suasana meriah di tepi Sungai Musi terasa begitu menggelora saat Festival Perahu Bidar Tradisional dimulai pada Minggu 17 Agustus 2025. Puluhan perahu bidar tradisional, mewakili berbagai wilayah seperti Kota Palembang, beberapa kabupaten di Sumatera Selatan, dan juga instansi swasta, bersaing dalam lomba. Mendayung dengan cepat dan irama yang teratur, momen ini selalu berhasil menarik ribuan warga Palembang setiap peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Lomba bidar bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga sebuah perayaan budaya dan kebersamaan yang membuatnya begitu istimewa.

Bagi masyarakat Palembang, menyaksikan lomba bidar bukan hanya tentang menentukan pemenang. Ada aura yang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata, terdiri dari campuran nostalgia, kebanggaan, dan keramaian rakyat yang meriah. Tepian Sungai Musi selalu dipadati oleh penonton dari berbagai kalangan tahun demi tahun, menunjukkan betapa pentingnya acara ini dalam tradisi lokal.

Salah satu lokasi utama yang menjadi panggung lomba bidar dalam Festival Perahu Bidar Tradisional adalah Benteng Kuto Besak (BKB) dengan latar belakang yang ikonik, Jembatan Ampera. Penonton bisa menikmati lomba sambil menikmati panorama langsung dari sini, menambah kesan spesial dari acara ini. Tak hanya menonton, pengunjung juga bisa menjelajahi bazaar kuliner di sekitar BKB, dengan beragam hidangan khas yang memikat selera. Bagi sebagian penonton seperti Mafa, datang dari Kota Medan, kehadiran perahu bidar dan Jembatan Ampera menjadi daya tarik utama acara ini.

Di Dermaga Pasar 16 Ilir, penonton disuguhi pengalaman berbeda dengan menikmati lomba bidar lebih dekat. Ketegangan perlombaan terasa begitu nyata, seakan-akan aroma persaingan bisa dirasakan oleh penonton di sekitar. Lokasi yang berada di pusat kota menambah sensasi tersendiri dalam menikmati acara ini.

Sementara itu, Kampung Kapitan menawarkan nuansa kekeluargaan dan keramahan yang sulit ditolak. Lokasi bersejarah ini tidak hanya menawarkan panorama indah Sungai Musi, tetapi juga memperkenalkan kehangatan masyarakat lokal kepada pengunjung. Makanan sederhana dan suasana akrab menjadi daya tarik tersendiri di tempat ini. Bagi warga Palembang, ketiga lokasi ini adalah tempat bersemi kenangan dan cerita setiap kali lomba bidar berlangsung. Acara ini menjadi bukti bagaimana tradisi lokal terus hidup dan dijaga, serta bagaimana Sungai Musi kembali menjadi pusat kehidupan yang mempersatukan berbagai kalangan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler