Bursa kripto BtcTurk dari Turki telah mengalami insiden “arus keluar yang tidak biasa” pada 14 Agustus. Lebih dari USD 48 juta kripto keluar dari beberapa dompet panas bursa setelah pelacak blockchain memperhatikan aktivitas tersebut. Pola transfer dana menunjukkan adanya potensi kompromi kunci pribadi pada infrastruktur bursa. BtcTurk segera menghentikan deposit dan penarikan untuk melindungi aset yang disimpan dalam penyimpanan dingin. Bursa juga melakukan rotasi infrastruktur dompet dan bekerja sama dengan mitra, termasuk Binance, untuk membatasi pergerakan aset lebih lanjut. Otoritas Turki dan media lokal mengawasi perkembangan insiden ini dengan cermat, mengingat posisi BtcTurk sebagai salah satu bursa kripto tertua di negara tersebut. Meskipun perusahaan telah menyatakan niatnya untuk memperkuat keamanan, analisis teknis lengkap pasca-kejadian dari insiden tersebut belum dipublikasikan secara resmi.
Di sisi lain, bursa kripto India, CoinDCX, juga mengalami eksploitasi senilai USD 44,2 juta pada 19 Juli. Insiden ini terkait dengan pelanggaran sisi server yang memungkinkan penyerang untuk mendapatkan akses tidak sah ke sistem penting. Dana dikuras dari dompet panas dan dipindahkan dengan cepat ke rantai lain, yang kemudian ditandai sebagai transfer mencurigakan oleh platform analitik. Kedua peristiwa ini menunjukkan kerentanan yang masih ada dalam keamanan bursa kripto di tengah pertumbuhan industri yang pesat.

