Sejalan dengan capaian kinerja keuangan yang solid, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat laba bersih sebesar Rp56,3 triliun sepanjang tahun 2025, melampaui ekspektasi pasar dan estimasi internal. Analis juga merekomendasikan saham Bank Mandiri dengan target harga hingga Rp6.400. Laba bersih sebesar Rp18,6 triliun pada kuartal IV-2025, naik 40% secara kuartalan (qoq) dan 35% secara tahunan (yoy). Meskipun margin bunga bersih (net interest margin/NIM) turun sedikit menjadi 4,9%, namun tekanan tersebut sebagian teredam oleh biaya dana yang lebih rendah. Pertumbuhan kredit tercatat kuat, naik 13% secara tahunan didukung oleh lonjakan kredit korporasi dan kredit komersial. Melihat ke depan, manajemen Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit di kisaran 7%-9% dengan NIM diproyeksikan antara 4,6%-4,8%.
Analis Indo Premier Sekuritas memproyeksikan laba bersih Bank Mandiri pada 2026 mencapai Rp58,7 triliun, didukung oleh peningkatan pendapatan non-bunga. Selain itu, peningkatan pendapatan non-bunga sebesar 14,5% pada tahun tersebut menjadi Rp48,5 triliun juga menguatkan fundamental bisnis perseroan. Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga kinerja berkelanjutan dan fundamental yang kuat. Bank Mandiri berkomitmen untuk memperkuat pengelolaan likuiditas, menjaga kualitas pembiayaan, serta melanjutkan strategi pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika global. Prospek saham BMRI dinilai masih menarik bagi investor, dengan fundamental yang tetap kuat dan kemampuan untuk mengantisipasi dinamika eksternal.

