Christopher Nolan: Kecerdasan Buatan Tak Bisa Gantikan Kreativitas Film
Christopher Nolan, sutradara pemenang Oscar, menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) tidak akan mampu menggantikan manusia dan kreativitas dalam industri film. Meskipun AI akan menjadi alat yang berguna di masa depan, Nolan yakin bahwa teknologi tersebut tidak dapat menggantikan kreativitas manusia.
Sineas Muda Tolak “Al Slop”
Nolan mencermati penolakan generasi muda terhadap “Al slop”, istilah yang merujuk pada konten berbasis AI yang banyak bermunculan di media sosial belakangan ini. Ia menyoroti adanya reaksi negatif terhadap penggunaan AI dalam karya-karya sineas muda. Nolan juga mencontohkan Kane Parsons (21 tahun) dan Curry Barker (26 tahun) sebagai representasi sutradara muda yang lebih memilih pendekatan konvensional dalam berkarya.
Menurut Nolan, keempat anaknya juga menunjukkan sikap skeptis terhadap AI. Mereka menilai “Al slop” sebagai sesuatu yang negatif, karena akrab dengan dunia online yang sangat dipahami oleh generasi muda. Nolan menegaskan bahwa kehadiran AI dalam dunia film dinilai tidak tepat oleh mereka.
Kritik Nolan terhadap AI
Kritik Nolan terhadap penggunaan AI bukan hal baru. Sebelum perilisan film Oppenheimer pada 2023, ia bahkan membandingkan seruan para pakar AI dengan seruan J Robert Oppenheimer terkait pengendalian senjata nuklir. Nolan juga mengkritisi tokoh seperti Dr. Geoffrey Hinton, yang dijuluki “godfather of AI”, dan menekankan pentingnya tanggung jawab dalam pengembangan teknologi AI.
Nolan menegaskan bahwa AI memang akan menjadi alat yang kuat di masa depan, namun tanggung jawab dalam penggunaannya harus dijaga. Ia menekankan bahwa manajer, pemberi kerja, dan produser tidak boleh menggunakan AI sebagai alasan untuk menghindari tanggung jawab atas karya yang dihasilkan.

