Sunday, October 11, 2026
HomeTravelPentingnya Merencanakan Liburan 120 Hari Sebelum Berangkat

Pentingnya Merencanakan Liburan 120 Hari Sebelum Berangkat



Perilaku Wisatawan ASEAN di Masa Pandemi: Tren Liburan dan Keuangan Terbaru

Perilaku Wisatawan ASEAN di Masa Pandemi: Tren Liburan dan Keuangan Terbaru

Perilaku wisatawan di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) pada paruh kedua tahun 2026 menunjukkan pergeseran yang cukup signifikan. Di tengah dinamika dan tantangan ekonomi global, masyarakat di kawasan regional tetap mempertahankan minat yang tinggi untuk berwisata. Namun, pendekatan yang digunakan wisatawan kini jauh lebih cermat, terencana, dan berfokus pada efisiensi anggaran pengeluaran.

Tren Perjalanan Terbaru

AirAsia MOVE merilis laporan tren perjalanan berdasarkan data pemesanan daring periode 1 Juli – 31 Desember 2026. Mayoritas pemesanan tiket penerbangan internasional kini dilakukan lebih dari 120 hari sebelum tanggal keberangkatan. Hal ini dilakukan wisatawan untuk mengamankan harga tiket yang lebih kompetitif serta mengoptimalkan anggaran liburan.

Wisatawan regional juga semakin selektif dalam mengalokasikan anggaran perjalanan mereka. Rata-rata pengeluaran untuk tiket pesawat 35 persen lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk akomodasi. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat bersedia membayar biaya penerbangan ke destinasi tujuan, tetapi memilih berhemat pada pilihan tempat menginap.

Preferensi Penginapan

Sebagian besar pemesanan hotel didominasi oleh akomodasi bintang tiga dan empat yang dinilai memberikan keseimbangan antara kenyamanan dan fleksibilitas harga.

Faktor kondisi keuangan pribadi juga mempengaruhi pemilihan waktu keberangkatan. Hampir 40 persen pemesanan penerbangan tercatat menyasar jadwal keberangkatan pada rentang tanggal 25 hingga 5 setiap bulan, yang bertepatan dengan siklus penerimaan gaji.

Peningkatan Minat pada Penerbangan Jarak Pendek Internasional

Keterbatasan anggaran dan waktu mendorong peningkatan minat pada penerbangan internasional jarak pendek. Negara-negara seperti Malaysia, Thailand, Indonesia, Jepang, dan Filipina diproyeksikan menjadi destinasi paling diminati hingga akhir tahun.

Perubahan perilaku ini didorong oleh kelompok demografi muda seperti Generasi Milenial dan Generasi Z yang menjadikan liburan sebagai kebutuhan untuk menjaga keseimbangan kehidupan kerja. Meskipun memiliki dorongan tinggi untuk bepergian, kedua kelompok ini bertindak lebih terukur dalam mengelola finansial.

Secara umum, tren perjalanan di kawasan ASEAN pada paruh kedua 2026 mencerminkan tingginya adaptabilitas masyarakat melalui strategi pengelolaan modal dan waktu yang lebih efisien.

Source: Tautan Sumber

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler