AJ Auxerre meraih kemenangan pertamanya di Ligue 1 setelah menundukkan Nice 1-0 pada pertandingan pekan keempat, Sabtu (12/9). Gol tunggal penyerang asal Inggris, Archer, pada menit ke-74 menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung ketat tersebut.
Hasil itu menjadi pukulan bagi Nice. Tim tersebut gagal memanfaatkan penguasaan bola dan sejumlah peluang yang diperoleh, lalu harus turun ke posisi terbawah klasemen. Auxerre, sementara itu, akhirnya mengamankan kemenangan berkat keberhasilan Archer menembus pertahanan lawan pada paruh kedua.
Nice gagal mengubah penguasaan bola menjadi gol
Nice tampil cukup baik dalam mengendalikan bola sepanjang babak pertama. Namun, permainan mereka tidak diikuti ketepatan pada penyelesaian akhir. Upaya Wahi dan Clauss juga dapat digagalkan Diop, yang menunjukkan penampilan solid di bawah mistar Auxerre.
Auxerre lebih banyak menghabiskan tenaga untuk mengejar bola ketika Nice membangun serangan. Kendati demikian, tuan rumah sempat mendapatkan kesempatan untuk membuka keunggulan melalui Labeau Lascary.
Gol Labeau Lascary kemudian dianulir. Sebelum menerima umpan tarik dari Archer, bola dinilai telah lebih dahulu melewati garis lapangan. Keputusan tersebut membuat kedua kesebelasan tetap tanpa gol hingga babak pertama berakhir.
Selepas jeda, Nice kembali mengambil inisiatif dan meningkatkan tekanan untuk mencari gol pembuka. Coulibaly memperoleh kesempatan, tetapi kembali terhenti oleh Diop. Hein juga mencoba mengancam melalui tendangan melengkung, meski arah bola masih melebar di samping tiang gawang.
Archer menentukan kemenangan Auxerre
Kebuntuan akhirnya terpecahkan pada menit ke-74. Archer bergerak di belakang barisan pertahanan Nice dalam posisi yang sangat dekat dengan batas offside. Ia berhasil melanjutkan pergerakannya, mengecoh kiper Nice, Diouf, lalu menyelesaikan peluang menggunakan kaki kanan.
Gol tersebut membawa Auxerre unggul 1-0. Nice tidak mampu memberikan balasan hingga pertandingan selesai, sehingga keunggulan tipis itu bertahan dan memastikan tiga poin pertama bagi Auxerre.
Diop berperan penting dalam keberhasilan Auxerre menjaga keunggulan. Sejak babak pertama, ia menggagalkan peluang-peluang Nice, termasuk ancaman dari Wahi dan Clauss. Penyelamatannya atas upaya Coulibaly setelah turun minum juga membuat Nice gagal mengubah tekanan menjadi gol.
Susunan pemain
Auxerre menurunkan Diop sebagai penjaga gawang. Barisan pemain lainnya terdiri atas Sy, Makosso, Tuanzebe, Akpa, Oppegard, Labeau Lascary, Piedfort, Danois, Namaso, dan Archer.
Nice memainkan Diouf di bawah mistar, didukung Abdelmonem, Ndayishimiye, Mandza, Clauss, Coulibaly, Witsel, Nkounkou, Hein, Wahi, dan Amoura. Meski memiliki kesempatan melalui beberapa pemain tersebut, Nice tetap tidak mampu menaklukkan Diop dan pulang tanpa poin.

