Vietnam mulai memberlakukan kewajiban deklarasi kesehatan bagi seluruh pelaku perjalanan internasional sejak Rabu, 1 Juli 2026. Aturan ini berlaku untuk penumpang yang masuk, keluar, maupun hanya transit di Vietnam, tanpa membedakan kewarganegaraan, moda transportasi, atau jenis visa yang digunakan.
Dokumen tersebut wajib diisi dan diserahkan sebelum pemeriksaan di titik perbatasan. Pemerintah Vietnam menyatakan kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi pemantauan medis sekaligus mengantisipasi potensi krisis kesehatan global. Penerapannya memiliki dasar hukum dalam Undang-Undang Pencegahan Penyakit yang berlaku di negara tersebut.
Formulir wajib disiapkan sebelum perjalanan
Pelancong diminta menyelesaikan formulir medis dalam waktu tujuh hari sebelum jadwal kedatangan di pos pemeriksaan perbatasan. Berdasarkan laporan yang dikutip dari Travel + Leisure Asia, otoritas Vietnam masih membuka kemungkinan menambahkan pilihan bahasa asing apabila kondisi epidemiologi dunia memerlukan langkah tersebut.
Pengisian deklarasi pada tahap awal dapat dilakukan secara luring. Namun, pelancong disarankan terus memantau pembaruan sistem dan ketentuan terbaru. Formulir tersebut juga dapat disampaikan secara elektronik maupun dalam bentuk kertas.
Keterlambatan atau kelalaian dalam melengkapi dokumen medis berpotensi menimbulkan antrean serta hambatan administratif ketika pelancong menjalani pemeriksaan paspor di konter imigrasi. Karena itu, kelengkapan deklarasi menjadi bagian penting dari persiapan perjalanan ke Vietnam sejak aturan ini berlaku.
Pemeriksaan di bandara, pelabuhan, dan perbatasan darat
Verifikasi deklarasi kesehatan dilakukan di berbagai pintu masuk dan keluar negara itu, termasuk bandara, pelabuhan laut, serta jalur perbatasan darat. Petugas karantina medis akan memantau kondisi fisik penumpang dan melakukan pemeriksaan suhu tubuh menggunakan perangkat pemindai termal.
Penumpang yang menunjukkan indikasi klinis penyakit menular akan diarahkan ke ruang pemeriksaan intensif. Bagi orang yang dicurigai membawa penyakit, petugas dapat melakukan pemeriksaan medis lanjutan, termasuk wawancara mengenai riwayat perjalanan dan peninjauan dokumen vaksinasi.
Petunjuk teknis pemerintah Vietnam menyebut, “Proses skrining mendalam ini dibatasi dengan durasi maksimal dua jam per orang.” Ketentuan tersebut menjadi bagian dari prosedur pemeriksaan terhadap pelancong yang memerlukan penilaian kesehatan lebih lanjut.
Berbeda dari Kartu Kedatangan Digital
Pemerintah Vietnam mengingatkan pelancong agar tidak menyamakan deklarasi kesehatan dengan Kartu Kedatangan Digital atau Digital Arrival Card yang telah dioperasikan sejak April. Kedua dokumen tersebut memiliki fungsi berbeda.
Kartu Kedatangan Digital digunakan untuk memuat informasi logistik perjalanan, seperti detail akomodasi dan tujuan kunjungan. Sementara itu, deklarasi baru berfokus pada informasi kesehatan pelancong.
Otoritas Vietnam juga menyatakan bahwa data sensitif yang dikumpulkan melalui sistem pengawasan digital akan dijaga dan hanya digunakan untuk kepentingan pertahanan kesehatan nasional.

