Perjalanan luar negeri berdurasi singkat semakin diminati wisatawan Indonesia pada pertengahan 2026. Data Trip.com menunjukkan, pemesanan tiket pesawat internasional untuk perjalanan selama empat hari atau kurang meningkat 35 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Perubahan ini memperlihatkan cara baru wisatawan memanfaatkan waktu libur. Alih-alih menunggu cuti panjang, pelancong memilih memaksimalkan akhir pekan panjang, libur sekolah, bahkan hari kerja biasa untuk mengunjungi kota-kota regional yang relatif mudah dijangkau. Durasi yang singkat dinilai lebih praktis bagi mereka yang ingin berlibur tanpa meninggalkan banyak waktu dari rutinitas.
Kota Asia dan Australia Jadi Sasaran
Malaysia dan Singapura masih menjadi negara tujuan dengan volume keberangkatan internasional terbesar dari Indonesia. Kuala Lumpur dan Singapura menempati posisi teratas dalam jumlah pemesanan. Namun, pertumbuhan minat paling tinggi justru terlihat pada sejumlah kota di Asia Utara dan Australia.
Seoul mencatat lonjakan pemesanan tiket terbesar, yakni 370 persen secara tahunan. Taipei menyusul dengan pertumbuhan 143 persen. Dari Australia, pemesanan tiket menuju Melbourne meningkat 132 persen, sedangkan Sydney tumbuh 112 persen.
Kota-kota tersebut menjadi pilihan untuk perjalanan singkat karena menawarkan akses penerbangan yang mudah, sekaligus beragam daya tarik seperti gaya hidup perkotaan, kuliner, wisata budaya, dan budaya pop. Kombinasi itu membuat wisatawan tetap dapat memperoleh pengalaman liburan yang beragam meski waktu perjalanan terbatas.
General Manager Trip.com Indonesia Krishna Arya mengatakan kepraktisan menjadi salah satu faktor utama yang membentuk pola perjalanan pada pertengahan tahun ini. Menurut dia, wisata kota regional memungkinkan wisatawan memanfaatkan momentum libur secara maksimal dan menjelajahi berbagai destinasi di kawasan Asia Pasifik maupun wilayah lainnya.
“Wisatawan Indonesia cenderung memilih opsi perjalanan yang praktis, fleksibel, dan mudah direncanakan,” kata Krishna dalam keterangan pers pada Kamis, 25 Juni 2026.
Pemesanan Dilakukan Lebih Awal
Tren perjalanan singkat tersebut berjalan beriringan dengan perubahan perilaku konsumen dalam merencanakan liburan. Rata-rata jeda pemesanan tiket pesawat kini lebih panjang lebih dari lima hari dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Wisatawan tampak menyiapkan perjalanan lebih awal untuk mengamankan ketersediaan maskapai dan akomodasi yang diinginkan.
Kesiapan merencanakan perjalanan juga terlihat dari meningkatnya anggaran penerbangan. Rata-rata pengeluaran setiap wisatawan untuk membeli tiket pesawat naik 28 persen secara tahunan. Tingginya permintaan membuat konsumen bersedia mengalokasikan dana lebih besar untuk memperoleh rute langsung atau jadwal penerbangan yang dianggap paling sesuai.
Efisiensi waktu, pilihan destinasi perkotaan di Asia dan Australia, serta perencanaan perjalanan yang lebih matang melalui platform digital diperkirakan akan terus memengaruhi preferensi wisatawan Indonesia hingga akhir 2026.

