Sunday, October 11, 2026
HomeTravelPenyebab Kunjungan Turis ke Jepang Merosot Tajam

Penyebab Kunjungan Turis ke Jepang Merosot Tajam

Jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jepang pada Mei 2026 turun 3,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi 3.559.900 orang. Penurunan tersebut menjadi kemerosotan selama dua bulan berturut-turut, berdasarkan data Organisasi Pariwisata Nasional Jepang (JNTO) yang dirilis pada Rabu, 17 Juni 2026.

Perubahan itu terutama dipengaruhi anjloknya kedatangan wisatawan dari Cina, yang selama ini menjadi salah satu pasar utama pariwisata Jepang. Data yang dilansir China Travel News menunjukkan, jumlah pelancong Cina ke Jepang pada Mei merosot 60,4 persen secara tahunan, menjadi sekitar 313 ribu kunjungan.

Ketegangan Tokyo-Beijing menekan pasar Cina

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengaitkan penurunan tersebut dengan memburuknya hubungan diplomatik antara Tokyo dan Beijing. Ketegangan meningkat setelah muncul pernyataan dari pihak Jepang mengenai kesiapan menghadapi kemungkinan konflik di Selat Taiwan.

Situasi itu kemudian diikuti imbauan pemerintah Cina kepada warganya untuk menahan diri dari rencana berlibur ke Jepang. Dampaknya tercermin dalam tren penurunan kunjungan wisatawan Cina yang telah berlangsung selama enam bulan berturut-turut dan menjadi faktor utama yang menekan total angka kedatangan turis asing ke Jepang pada kuartal kedua tahun ini.

Selain pasar Cina, jumlah wisatawan asal Thailand juga mengalami penurunan 8,6 persen. The Japan Times melaporkan, penurunan tersebut dipengaruhi pergeseran musim liburan akibat penyesuaian kalender hari libur nasional di Thailand.

Pasar lain mencatat pertumbuhan

Penurunan dari Cina dan Thailand sebagian tertahan oleh peningkatan kunjungan dari sejumlah negara dan kawasan lain. Wisatawan dari Timur Tengah naik 67,8 persen menjadi 39 ribu orang. Lonjakan tersebut berkaitan dengan momentum hari libur nasional yang berlangsung pada Mei.

Korea Selatan, Taiwan, dan Amerika Serikat juga mencatatkan jumlah kunjungan tertinggi untuk periode Mei. Korea Selatan menjadi penyumbang terbesar dengan 951.300 wisatawan, meningkat 15,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Taiwan menyusul dengan 616.800 wisatawan, sedangkan Amerika Serikat menyumbang 333.700 kunjungan.

Perdana Menteri Takaichi menilai pertumbuhan dari pasar-pasar tersebut menunjukkan bahwa minat terhadap Jepang masih kuat di sejumlah wilayah. Namun, performa itu belum sepenuhnya mengimbangi penurunan tajam dari Cina.

Biaya penerbangan menjadi tantangan berikutnya

Di tengah perubahan komposisi wisatawan dan ketidakpastian geopolitik, Jepang juga menghadapi tekanan dari kenaikan harga bahan bakar pesawat global. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya operasional penerbangan dan memengaruhi permintaan wisatawan asing dalam beberapa bulan mendatang.

Komisaris Badan Pariwisata Jepang Shigeki Murata mengatakan pemerintah perlu segera menghitung kembali dampak kenaikan biaya tersebut terhadap sektor pariwisata. “Saat ini sangat sulit bagi kami untuk memprediksi seberapa jauh dampak dari kenaikan biaya operasional penerbangan ini terhadap dinamika permintaan wisata inbound ke Jepang dalam beberapa bulan mendatang,” ujar Murata, seperti dikutip Kyodo News.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler