Sunday, October 11, 2026
HomeTravelTren Wisatawan Indonesia ke Korea: Tak Hanya Seoul

Tren Wisatawan Indonesia ke Korea: Tak Hanya Seoul

Minat wisatawan Indonesia ke Korea Selatan mulai bergerak melampaui Seoul dan destinasi hiburan arus utama. Pengalaman budaya yang autentik, kuliner lokal, warisan sejarah, serta kesempatan tinggal lebih dekat dengan masyarakat setempat kini menjadi pertimbangan penting dalam merencanakan perjalanan ke Negeri Ginseng.

Busan dan wilayah lain mulai diburu

Temuan itu tercatat dalam laporan Airbnb bertajuk Korea Calling: How K-Culture Is Driving a New Generation of Travelers into Korea. Laporan tersebut disusun berdasarkan survei terhadap 4.500 responden di Australia, India, Indonesia, Jepang, Cina Daratan, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Amerika Serikat. Survei dilaksanakan pada Maret 2026.

Sebanyak 97 persen wisatawan Indonesia yang disurvei menyebut budaya Korea sebagai faktor utama yang memengaruhi keputusan mereka untuk bepergian ke Korea Selatan. Namun, ketertarikan itu tidak lagi terpusat pada Seoul. Sebanyak 98 persen responden menyatakan tertarik mengunjungi kota atau wilayah lain di Korea Selatan apabila tersedia akomodasi yang sesuai di luar kota-kota besar.

Busan dan wilayah sekitarnya menjadi tujuan yang paling banyak diminati, dengan angka 81 persen. Setelah itu, Pulau Jeju dipilih oleh 58 persen responden, disusul Incheon dan Gyeonggi sebesar 47 persen serta Daegu sebesar 39 persen.

Country Head Airbnb untuk Asia Tenggara dan India, Amanpreet Bajaj, mengatakan perubahan tersebut memperlihatkan bahwa wisatawan mulai mencari pengalaman yang lebih mendalam. “Namun yang semakin terlihat saat ini, wisatawan saat ini tidak lagi hanya tertarik pada Kota Seoul atau wisata yang berfokus pada hiburan semata,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Senin, 22 Juni 2026.

Menurut Amanpreet, wisatawan Indonesia semakin ingin menjelajahi Korea Selatan melalui kuliner lokal, warisan budaya, dan wilayah yang belum banyak dikunjungi wisatawan.

Akomodasi lokal dianggap penting

Keindahan alam dan pemandangan unik menjadi alasan bagi 66 persen responden untuk menjelajahi wilayah di luar Seoul. Sebanyak 56 persen tertarik pada kuliner khas daerah, 41 persen karena tradisi dan budaya lokal, sedangkan 40 persen lainnya dipengaruhi oleh kemunculan lokasi tersebut dalam film atau drama Korea.

Ketersediaan penginapan menjadi salah satu faktor yang dapat menentukan realisasi rencana perjalanan itu. Sebanyak 84 persen pelancong mengaku siap bepergian ke luar Seoul jika menemukan akomodasi yang sesuai. Sebanyak 70 persen responden juga menilai homestay penting dalam perencanaan liburan. Sementara itu, 68 persen menganggap penginapan lokal lebih praktis untuk durasi tinggal yang panjang sekaligus memberi kedekatan emosional dengan kehidupan warga setempat dibandingkan hotel biasa.

Preferensi perjalanan juga berbeda menurut kelompok usia. Budaya K-pop menjadi magnet utama bagi 6 persen generasi Z dan milenial, sedangkan pada kelompok usia dewasa angkanya mencapai 23 persen. Sebaliknya, warisan budaya lebih diminati wisatawan yang lebih tua, yakni 67 persen, dibandingkan Gen Z sebesar 46 persen. Makanan autentik lokal menjadi daya tarik lintas generasi dengan angka 65 persen.

Survei itu juga mencatat 89 persen responden berencana kembali ke Korea Selatan dalam lima tahun ke depan. Wisatawan Indonesia cenderung bepergian bersama orang lain: 60 persen bersama pasangan, 42 persen bersama keluarga, dan 22 persen bersama teman. Rata-rata lama tinggal mencapai 5,5 malam, dengan pengeluaran lebih dari Rp30 juta per orang per perjalanan, di luar tiket pesawat.

Amanpreet mengatakan perluasan akses terhadap akomodasi dan pengalaman lokal di luar destinasi utama akan menjadi kunci agar minat wisatawan Indonesia dapat diwujudkan menjadi perjalanan yang lebih mendalam.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler